Mengenal Virus Marburg, Wabah Mematikan yang Menyerang Rwanda

AKURAT.CO Rwanda melaporkan bahwa negaranya menghadapi wabah infeksi virus Marburg yang berbahaya sejak akhir September 2024.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (7/10/2024), terdapat 36 kasus infeksi virus ini di negara Afrika Timur tersebut.
Marburg merupakan salah satu dari sepuluh infeksi virus paling mematikan di dunia, dengan tingkat kematian mencapai 88 persen di antara pasien yang terinfeksi.
Beberapa negara lain juga pernah melaporkan penyebaran virus ini termasuk Jerman, Serbia, Angola, Guinea, Ghana, Kongo, Uganda, Tanzania, Kenya, dan Afrika Selatan.
Baca Juga: Tayang Oktober 2024! Inilah Sinopsis Drama Korea Terbaru Hellbound 2
Lantas, apa itu virus Marburg yang menyebar di Rwanda dan termasuk mematikan di dunia? Simak berikut penjelasannya.
Mengenal virus Marburg
Dikutip dari Al Jazeera, virus Marburg berasal dari keluarga yang sama dengan Ebola yaitu Filoviridae.
Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 di kota Marburg, Jerman dan tak lama setelah itu juga ditemukan di Belgrade, Serbia.
Marburg berbahaya karena dapat merusak dinding pembuluh darah, yang mengakibatkan pendarahan internal.
Virus dari keluarga Filoviridae dapat menyebabkan demam berdarah yang parah dan berpotensi mematikan.
Virus ini menular antar manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, air liur, urine, atau cairan lain yang berasal dari kulit terluka atau selaput lendir.
Akan tetapi, virus Marburg tidak menular melalui udara.
Baca Juga: PKS: Debat Perdana Pilkada Jakarta Berlangsung Normatif dan Kurang Tajam
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus ini adalah mereka yang kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau kotorannya, termasuk kontak dengan primata yang terinfeksi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan tingkat kematian Marburg berkisar antara 24 hingga 88 persen, dengan sekitar setengah dari pasien terinfeksi meninggal.
Petugas kesehatan yang merawat pasien Marburg perlu mengenakan alat pelindung diri yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









