Akurat
Pemprov Sumsel

PAFI Nduga Bantu Akses Kesehatan Masyarakat di Daerah Terpencil

Annisa Fadhilah | 28 Oktober 2024, 19:55 WIB
PAFI Nduga Bantu Akses Kesehatan Masyarakat di Daerah Terpencil

AKURAT.CO Salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah terpencil adalah sulitnya memperoleh akses dan layanan kesehatan memadai. Hal ini menyebabkan rendahnya derajat kesehatan masyarakat setempat sehingga rawan terkena berbagai penyakit.

Aspek kesehatan menjadi kunci yang turut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan kesehatan yang baik dan ditopang dengan aspek pendidikan, maka produktivitas akan meningkat sehingga masyarakatnya juga hidup dengan makmur dan sejahtera.

 Baca Juga: Profil PAFI Papua Selatan: Wadah Pendorong Kemajuan dan Profesionalisme Dunia Farmasi

Hal ini yang disadari oleh pengurus dan anggota dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Nduga. Sulitnya akses transportasi menuju kabupaten tersebut menjadi kendala untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama untuk mendistribusikan peralatan dan perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Meskipun harus menghadapi tantangan akses transportasi di daerah tersebut, PAFI Kabupaten Nduga (pafikabnduga.org) tetap berkomitmen untuk terlibat aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai organisasi yang menaungi tenaga kefarmasian, PAFI Kabupaten Nduga mengerahkan jajaran pengurus dan anggota untuk memecahkan persoalan yang menghadang.

Dalam menghadapi masalah kesehatan, PAFI Kabupaten Nduga menyadari bahwa dibutuhkan kerjasama lintas sektoral dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Di antaranya dengan pemerintah setempat, rumah sakit dan puskesmas, klinik kesehatan yang ada, tenaga medis baik dokter maupun perawat, tokoh agama dan masyarakat, para penegak hukum dan elemen masyarakat lainnya.

Melalui kerja sama tersebut, maka persoalan yang menyangkut ketersediaan peralatan dan perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk obat-obatan, dapat terpenuhi. Secara berkala, peralatan dan perlengkapan kesehatan ini dibawa masuk ke kabupaten Nduga dan selanjutnya didistribusikan kepada rumah sakit, apotek maupun langsung kepada masyarakat setempat.

PAFI Kabupaten Nduga juga terus mendorong pemerintah untuk melengkapi puskesmas yang ada dengan berbagai peralatan dan perlengkapan kesehatan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga kehadiran puskesmas dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Termasuk kebutuhan akan obat-obatan di Kabupaten Nduga.

Upaya tersebut juga diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari tenaga kefarmasian. Sebab tanpa diiringi dengan SDM kefarmasian yang andal dan berkompeten, maka akan sulit untuk memberikan layanan kesehatan dengan maksimal. Upaya peningkatan kualitas SDM ini dilakukan dengan mengadakan berbagai seminar, dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan tenaga kefarmasian di Kabupaten Nduga.

Tidak hanya memastikan kelancaran distribusi peralatan dan perlengkapan kesehatan, PAFI Kabupaten Nduga juga aktif dalam menyosialisasikan mengenai pentingnya merawat dan menjaga kesehatan. Edukasi ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti tatap muka, mendatangi lembaga-lembaga pendidikan maupun secara tidak langsung yakni dengan membagikan brosur yang berisikan pesan untuk menjaga kesehatan.

Upaya lain yang dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan penanaman tanaman obat dan mengajarkan cara memanfaatkannya. Kehadiran tanaman obat ini dapat menjadi alternatif atau pengganti serta melengkapi obat-obatan modern.

PAFI Kabupaten Nduga juga  mengenalkan berbagai jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat. Sehingga dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat. Banyak tanaman obat yang ada merupakan rempah-rempah yang biasa digunakan untuk memasak sehari-hari dan mudah ditanam.

Aspek kesehatan merupakan salah satu kunci dalam menentukan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat. Kesehatan berperan penting dalam mendukung tingkat produktivitas seseorang.

PAFI Kabupaten Nduga menyadari bahwa aspek kesehatan berperan sangat penting dalam mendukung kesuksesan pembangunan. Apabila masyarakatnya memiliki derajat kesehatan yang tinggi, maka produktivitas masyarakat juga tinggi dan dengan demikian akan mensukseskan pembangunan.

 Baca Juga: Ketua MPR RI Dukung Peningkatan Status Siaga Tempur Hadapi KKB Di Nduga Papua

Keberadaan ahli farmasi Indonesia telah ada sejak Proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Para ahli farmasi telah berjuang bahu membahu dengan semua golongan masyarakat, untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, serta turut aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ikut serta dalam Pembangunan Masyarakat dan Negara.

Oleh karena itu, ahli farmasi Indonesia merupakan salah satu potensi pembangunan yang tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan begara. Sebagai salah satu potensi pembangunan sesuai fungsinya, ahli farmasi Indonesia disamping tugas keseharian, tetap ikut serta mempertinggi taraf kesejahteraan umum, khususnya dibidang kesehatan masyarakat dan farmasi.

Kemudian pada 13 Februari 1946, di Yogyakarta dibentuklah suatu organisasi yang dinamakan “Persatuan Ahli Farmasi Indonesia “ sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga yang bakti karyanya di bidang farmasi, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia selanjutnya disingkat “PAFI."

PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila. PAFI adalah organisasi profesi yang bersifat kekaryaan dan pengabdian.

Adapun tujuan PAFI adalah:

  1. Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Mewujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal bagi Masyarakat Indonesia.
  3. Mengembangkan dan meningkatkan Pembangunan Farmasi Indonesia.
  4. Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.