IDI Deiyai Jelaskan Penyebab dan Penanganan Nyeri Haid pada Wanita

AKURAT.CO Nyeri haid atau dismenore adalah salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami wanita selama menstruasi.
Kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon prostaglandin, yang memicu kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan endometrium.
Gejala nyeri haid biasanya dirasakan sebagai kram atau nyeri berdenyut di perut bagian bawah, punggung, atau paha.
Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Deiyai dengan alamat website idideiyai.org, kontraksi rahim yang dipicu oleh prostaglandin merupakan penyebab utama nyeri haid.
Kadar prostaglandin yang tinggi dapat meningkatkan intensitas kontraksi otot rahim, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang lebih parah.
Baca Juga: Bashar al-Assad adalah Siapa? Mengenal Presiden Suriah yang Jadi Pembicaraan
Penyebab Nyeri Haid
IDI Deiyai merinci beberapa faktor yang menyebabkan nyeri haid, antara lain:
1. Kontraksi Otot Rahim
Selama menstruasi, otot rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dinding rahim. Kontraksi ini dapat menekan pembuluh darah di sekitar rahim, mengurangi suplai darah dan oksigen, yang memicu rasa nyeri.
2. Faktor Usia
Nyeri haid lebih sering dialami oleh wanita di bawah usia 30 tahun karena siklus menstruasi mereka cenderung belum stabil.
3. Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID)
Infeksi pada organ reproduksi dapat menyebabkan radang panggul, yang berkontribusi pada rasa nyeri saat menstruasi.
Baca Juga: Dewa United Punya Siapa? Mengenal Klub Olahraga Asal Tangerang
Pengobatan untuk Meredakan Nyeri Haid
IDI merekomendasikan beberapa obat yang dapat digunakan untuk meredakan nyeri haid, di antaranya:
1. Feminax
Feminax mengandung paracetamol 500 mg dan ekstrak hiosiamin 7,6 mg, yang efektif meredakan kram perut dan nyeri punggung saat haid. Dosis yang dianjurkan adalah 1–2 tablet hingga 3 kali sehari.
2. Asam Mefenamat
Obat ini bekerja dengan menekan produksi prostaglandin, sehingga dapat meringankan nyeri haid ringan hingga sedang.
Penggunaan asam mefenamat sebaiknya sesuai petunjuk dokter dan tidak lebih dari tiga hari berturut-turut.
IDI Deiyai, di bawah kepemimpinan Ketua IDI Cabang Deiyai, dr. Yohanis Titaley, terus berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menangani nyeri haid dengan benar.
Baca Juga: Pramono Anung Puji Transparansi KPUD Sambil Tunggu Hasil Pilkada Jakarta
Sebelum menggunakan obat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.
Dengan pemahaman yang baik, nyeri haid dapat dikelola secara efektif sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








