AKURAT.CO Dalam rangka perayaan '41 Years of JEC: Love Your Work', JEC Group mengadakan bakti sosial berupa operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program ini ditujukan khusus bagi pasien yang tidak memiliki akses ke layanan BPJS atau KIS. Pendaftaran dapat dilakukan di berbagai fasilitas JEC, termasuk RS Mata JEC Menteng, RS Mata JEC Kedoya, RS Mata JEC Orbita Makassar, Klinik Utama Mata JEC Pasuruan, serta Klinik Utama Mata JEC Bekasi.
Program operasi katarak gratis ini bertujuan untuk membantu pasien yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan mata. Menurut Kepala Klinik Utama Mata JEC Bekasi, Dr. Nashrul Ihsan, banyak pasien yang membutuhkan operasi katarak namun tidak memiliki akses karena berbagai alasan, seperti biaya yang terlalu tinggi.
"Banyak yang ingin operasi katarak, namun tidak terjangkau BPJS atau biayanya terlalu tinggi. Kami menjaring pasien-pasien yang memenuhi kriteria tersebut," ungkap Dr. Nashrul, saat acara Bakti Katarak di Klinik Utama Mata JEC Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025).
JEC Group membatasi jumlah pasien yang dapat mengikuti program ini hingga 150 orang, yang tersebar di beberapa lokasi:
- Makassar: 50 pasien
- Pasuruan: 20 pasien
- Jakarta (Bekasi, Kedoya dan Menteng): 80 pasien
Untuk kick-off di Bekasi, program ini akan melayani 15 pasien terlebih dahulu karena keterbatasan fasilitas operasi.
Operasi katarak ini dapat dilakukan pada berbagai usia, mulai dari anak-anak dengan katarak kongenital hingga lansia dengan katarak senilis. Pasien dengan rentang usia 40 hingga 80 tahun menjadi prioritas dalam program ini.
Mengenai proses pemulihan, pasien dapat mengalami perbaikan dalam waktu satu hari hingga satu bulan pascaoperasi. Namun, evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan lain seperti masalah saraf mata.
"Setelah operasi, penyembuhan biasanya satu hari sampai satu bulan. Prosesnya terus berjalan, tapi namanya mata kan penyakitnya gak cuma katarak, jadi pada persiapannya itu yang harus diperhatikan apakah ini bener masalah katarak saja atau ada sarafnya," tutup Dr. Nashrul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









