Etana Perkuat Inovasi Pengobatan Penyakit Ginjal di Indonesia

AKURAT.CO Dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia, Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menegaskan komitmennya untuk mendukung inovasi pengobatan penyakit ginjal di Indonesia.
Perusahaan bioteknologi ini berperan aktif dalam menyediakan obat-obatan berkualitas dengan harga terjangkau, khususnya bagi pasien cuci darah di Indonesia.
Randy Stevian, Business Development Therapeutic Director Etana, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama Etana adalah memperluas akses terhadap obat-obatan berkualitas, seperti Erythropoietin Alfa yang kerap digunakan pasien cuci darah.
“Saat ini, Etana telah memproduksi lokal Erythropoietin Alfa berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau. Ke depan, kami akan menghadirkan lebih banyak produk terkait kesehatan ginjal yang diproduksi secara lokal,” ujar Randy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Baca Juga: MSIG Life Bayar Klaim Rp752 Miliar Sepanjang 2024, Hadirkan Inovasi Perlindungan Baru dengan SURE
Tak hanya itu, Etana juga mengembangkan generasi terbaru dari obat ini, yaitu long-acting Erythropoietin yang cukup disuntikkan sekali dalam satu atau dua minggu, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien.
Untuk memperluas akses pengobatan bagi pasien ginjal, Etana bekerja sama dengan pemerintah dalam menyediakan obat-obatan melalui e-katalog, sehingga pasien BPJS dapat mengaksesnya lewat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Etana juga menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi kesehatan dan komunitas pasien, seperti Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), guna mengedukasi dan mendukung pasien dalam mendapatkan akses pengobatan yang lebih baik.
“Etana bersama KPCDI rutin mengadakan kegiatan edukasi bagi pasien ginjal. Harapannya, ini menjadi strategi kami dalam memperkuat portofolio obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien ginjal,” jelas Randy.
Ketua KPCDI, Tony Samosir, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bagi pasien gagal ginjal di Indonesia bukan hanya soal pengobatan, melainkan juga akses terhadap obat-obatan esensial.
Menurutnya, masih banyak pasien yang kesulitan mendapatkan Erythropoietin dan suplemen kalsium fosfat yang sangat penting bagi kualitas hidup mereka.
“Kolaborasi dengan industri seperti Etana sangat penting untuk memastikan ketersediaan obat-obatan ini. Bersama Etana, KPCDI juga sering mengadakan kegiatan edukasi kesehatan yang mencakup promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,” ujar Tony.
Tony berharap pemerintah lebih serius dalam mengatasi masalah aksesibilitas obat dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal.
Baca Juga: Agung Sedayu Group Gelar Buka Puasa Bersama 1.000 Anak Yatim di Menara Syariah PIK 2
“Diperlukan kebijakan yang benar-benar berpihak pada pasien agar kualitas hidup mereka dapat terus meningkat,” tutupnya.
Ke depan, Etana berencana memperluas portofolio pengobatan untuk mendukung pasien ginjal sekaligus memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Etana berkomitmen untuk terus mendukung pengobatan penyakit ginjal di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










