Akurat
Pemprov Sumsel

Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Sosialisasikan Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Gemastic di Desa Cogreg

Yusuf | 26 Mei 2025, 08:29 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Sosialisasikan Pencegahan Stunting Melalui Kegiatan Gemastic di Desa Cogreg

AKURAT.CO Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media Angkatan 61 IPB University melaksanakan kegiatan Kampus Desa di Desa Cogreg, Parung, Kabupaten Bogor.

Kampus Desa yang digelar Kamis (22/5/2025) lalu merupakan salah satu proyek akhir mata kuliah Diseminasi Informasi yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media IPB University.

Kegiatan ini diberi nama Gemastic, alias Gerakan masyarakat Anti-stunting di Desa Cogreg, yang merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dari program pengabdian kepada desa oleh mahasiswa IPB University.

Baca Juga: TB-Ceria, Cara Mahasiswa IPB University Sosialisasikan Bahaya TBC

Bertujuan untuk menyebarkan informasi terkait stunting atau tengkes.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola asuh dan pola makan yang sehat demi tumbuh kembang anak yang optimal.

Diharapkan dari program ini, angka stunting dapat menurun dan warga Desa Cogreg terbebas dari kekurangan gizi.

Baca Juga: Putri Shasa Shabila: Perjalanan Seorang Asisten Dosen Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB University

Kegiatan Gemastic bertujuan untuk memperkaya pengetahuan masyarakat Desa Cogreg perihal stunting dan penanganannya dan meningkatkan keterampilan warga desa dalam pengelolaan sumber daya pangan lokal.

Lebih dari 50 warga Desa Cogreg hadir dalam kegiatan Gemastic dan didominasi oleh kalangan ibu.

Peserta kegiatan Gemastic wajib untuk melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan Aula Desa Cogreg.

Baca Juga: Perjalanan Nur Rachmy Fazryah dari Mahasiswa Teknologi dan Manajemen Ternak Menjadi Asisten Dosen Inspiratif di IPB University

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Ketua Pelaksana Kampus Desa, Geraldo Armayudha.

Turut hadir pula Asisten Dosen Mata Kuliah Diseminasi Informasi, Mohammad Dika Eka Firdaus, S.I.Kom, mewakili Dosen Diseminasi Informasi. Serta Kepala Desa Cogreg, Mad Yusuf, kepala puskesmas dan bidan desa.

Pemateri yang turut hadir pada kegiatan Gemastic adalah praktisi kesehatan Rosyda Dianah, S.K.M., M.K.M.

Baca Juga: Jalur Masuk IPB University 2025: Jalur Ketua OSIS dan PIN IPB University, Wajib Siapkan Dokumen Ini!

"Stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh kalau anak tersebut sudah kehilangan gizi sejak di kandungan ibu. Terjadi kronis gizi sejak seribu hari pertumbuhan. Makanya ketika sudah lahir harus dikasih gizi yang seimbang. Masih banyak anak-anak mengalami tentang stunting," jelasnya.

Kegiatan ini menarik antusias dari masyarakat Desa Cogreg yang begitu bersemangat untuk mengikutinya.

Gemastic ditutup dengan lomba plating sushi yang menggunakan bahan dasar ikan lele.

Baca Juga: BSI Bangun Water Station untuk IPB University

Sebanyak 20 peserta yang dibagi menjadi lima kelompok turut aktif dalam mengikuti lomba plating yang dilaksanakan oleh mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Desa Cogreg dapat lebih memperhatikan pola asuh dan pola makan anak agar terhindar dari gejala stunting.

Upaya pencegahan ini menjadi langkah strategis dalam menekan stunting di Desa Cogreg.

Baca Juga: Program ‘Si Melon’ Besutan PIK 2 Sukses Turunkan Stunting di Tangerang!

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan cendera mata kepada narasumber serta hadiah untuk kelompok yang memenangkan lomba plating.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan salam perpisahan yang hangat antara panitia, warga dan narasumber.

Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan tercipta perubahan positif dalam pola pikir dan kebiasaan masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Menyusui dan Balita Diyakini Dapat Mencegah Stunting

Panitia Kampus Desa dan tim dosen berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan masyarakat Desa Cogreg makin peduli terhadap kesehatan dan potensi pangan lokal yang dimiliki.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
W
Editor
Wahyu SK