POGI Rekomendasikan Vaksinasi HPV untuk Wanita Pranikah dan Pascapersalinan

AKURAT.CO Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) merilis rekomendasi terbaru. Rekomendasi ini terkait vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).
Dua kelompok yang menjadi fokus utama adalah wanita pranikah dan wanita pascapersalinan. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pencegahan kanker serviks di Indonesia.
Data Globocan 2022 mencatat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia. Jumlah kematian akibat penyakit ini mencapai 20.000 kasus.
Penyakit ini menjadi kanker terbanyak kedua pada wanita Indonesia. Lebih dari 95 persen kasusnya disebabkan oleh infeksi HPV berisiko tinggi.
"Kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, dan jika tidak ditangani, dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian," ujar Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat selaku Ketua Umum POGI, saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2025).
Ia menambahkan bahwa vaksinasi sangat dianjurkan dilakukan sebelum seseorang aktif secara seksual, seperti saat fase pranikah. Bahkan ibu menyusui juga bisa mendapat vaksin HPV.
"Setiap jam, dua wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Ini bukan sekadar angka, tapi panggilan darurat bagi semua pihak," jelasnya.
Melalui rekomendasi ini, POGI ingin memberikan panduan ilmiah bagi dokter dan tenaga kesehatan. Fokus utamanya adalah memperluas perlindungan bagi wanita pranikah dan pascapersalinan yang belum divaksinasi HPV.
Upaya ini mendapat dukungan dari PT Merck Sharp & Dohme Indonesia (MSD Indonesia). Perusahaan tersebut konsisten mengedukasi masyarakat dan memperluas akses vaksinasi HPV di Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








