Waspada Kolesterol! Ini Mitos dan Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

AKURAT.CO Kolesterol tinggi bukan lagi masalah kesehatan yang hanya menyerang lansia. Kini, anak muda pun rentan mengalaminya—terutama akibat gaya hidup modern yang minim gerak, konsumsi makanan cepat saji, dan stres.
Sayangnya, di tengah meningkatnya kesadaran akan kolesterol, beredar pula banyak mitos yang justru bisa menyesatkan.
Agar tidak salah langkah, penting untuk mengetahui mana informasi yang benar secara medis dan mana yang hanya mitos belaka. Berikut deretan mitos seputar cara menurunkan kolesterol—beserta faktanya!
Mitos: Kolesterol Bisa Turun Tanpa Obat, Cukup Makan Sehat dan Olahraga
Fakta: Tidak semua orang bisa menurunkan kolesterol hanya dengan gaya hidup sehat.
Bagi sebagian orang, memang cukup dengan pola makan bergizi dan olahraga.
Tapi, bagi yang memiliki kadar kolesterol LDL sangat tinggi sejak muda, penderita diabetes, atau riwayat penyakit jantung, obat seperti statin tetap dibutuhkansesuai anjuran dokter.
Mitos: Makan Telur Bikin Kolesterol Melejit
Fakta: Telur masih aman dikonsumsi, asalkan tidak berlebihan. Kandungan kolesterol pada telur tidak langsung meningkatkan kolesterol darah.
Yang perlu lebih diwaspadai adalah makanan berminyak, gorengan, karbo olahan seperti mi instan, dan fast food—itulah pemicu utama LDL melonjak.
Baca Juga: Inovasi Hijau dari 2 Remaja: Filter Buatan Siswa SMA Ini Diklaim Mampu Kurangi Polusi Kendaraan
Mitos: Kolesterol Tinggi Tak Bisa Sembuh
Fakta: Kolesterol tinggi bisa dikontrol dan diturunkan.
Dengan gaya hidup sehat, olahraga, berhenti merokok, serta menjaga berat badan ideal, kamu bisa menurunkan kadar LDL dan menjaga jantung tetap sehat.
Dalam kondisi tertentu, dokter akan bantu dengan terapi obat.
Mitos: Ganti Mentega ke Margarin, Kolesterol Turun
Fakta: Tidak semua margarin lebih baik dari mentega.
Beberapa jenis margarin—terutama yang padat—mengandung lemak trans tinggi yang lebih buruk dari lemak jenuh.
Sebagai gantinya, gunakan minyak zaitun atau margarin bebas lemak trans.
Mitos: Lemak Jenuh Harus Dihindari Total
Fakta: Lemak jenuh tidak harus dihilangkan sepenuhnya.
Yang penting adalah penggantian cerdas. Alih-alih menghindari total, ganti sebagian lemak jenuh dengan lemak sehatseperti dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak nabati.
Menurunkan kolesterol bukan soal ikut-ikutan tren makanan sehat, tapi pemahaman ilmiah dan personalisasi penanganan. Jangan ragu konsultasi ke dokter, apalagi jika kamu punya faktor risiko tinggi.
Baca Juga: Kukuhkan Standar Internasional, Bintan Marathon Bidik 5000 Pelari
Dengan penanganan tepat—baik alami maupun medis—kolesterol bukanlah akhir dari segalanya.
Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







