7 Tanda Depresi pada Remaja yang Sering Tak Disadari

AKURAT.CO Depresi tidak hanya menghantui orang dewasa. Remaja pun bisa mengalaminya, meski sering kali gejalanya samar dan disalahartikan sebagai “fase labil” atau sekadar perubahan mood.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, depresi dapat berdampak serius pada tumbuh kembang, prestasi, bahkan masa depan mereka.
Mengenali gejala sedini mungkin menjadi kunci agar remaja mendapat dukungan emosional dan penanganan profesional yang tepat.
Berikut tujuh ciri depresi pada remaja yang perlu diwaspadai:
Baca Juga: Jadwal Survei Lingkungan Belajar, Lengkap dengan Cara Isinya!
-
Perubahan emosi yang drastis
Remaja tampak murung, mudah tersinggung, sering marah, atau menangis tanpa sebab jelas.
-
Gangguan pola makan
Nafsu makan berubah ekstrem: ada yang jadi makan berlebihan, ada juga yang justru kehilangan selera makan hingga berat badan ikut terpengaruh.
-
Hilang minat pada hal yang dulu disukai
Aktivitas yang biasanya menyenangkan—seperti hobi, olahraga, atau nongkrong bersama teman—tiba-tiba terasa membosankan.
-
Energi menurun drastis
Remaja terlihat lemas, malas beraktivitas, lebih banyak berdiam diri di kamar, dan tidak bersemangat menjalani rutinitas.
-
Muncul rasa bersalah dan putus asa
Perasaan tidak berharga, penuh penyesalan, hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup bisa jadi tanda bahaya yang tak boleh diabaikan.
-
Gangguan tidur
Sulit tidur hingga larut malam atau justru tidur berlebihan, keduanya bisa menjadi sinyal adanya depresi.
-
Menarik diri dari lingkungan
Prestasi di sekolah menurun, remaja lebih sering menghindari pergaulan, dan memilih menyendiri dari teman maupun keluarga.
Selain gejala di atas, banyak remaja dengan depresi juga mengalami kesulitan berkonsentrasi, sulit membuat keputusan, dan cepat merasa frustrasi. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari tidak berjalan optimal.
Baca Juga: Natalia Rusli Tantang Mafia Tanah Tunjukkan Sertifikat 525 dalam Sengketa Lahan Nenek 94 Tahun
Peran Orang Tua dan Lingkungan
Orang tua, guru, dan lingkungan sekitar memegang peran penting untuk lebih peka terhadap perubahan sikap remaja.
Dukungan emosional, komunikasi terbuka, serta akses ke bantuan profesional dapat membantu mereka pulih lebih cepat.
Semakin cepat depresi dikenali dan ditangani, semakin besar peluang remaja untuk bangkit kembali dan menjaga kesehatan mentalnya di masa depan.
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









