Migrain Aura: Kilatan Cahaya Sebelum Nyeri Kepala Menyerang

AKURAT.CO Pernah melihat kilatan cahaya atau garis zigzag di penglihatan sebelum sakit kepala hebat datang?
Bisa jadi itu tanda migrain aura, salah satu bentuk migrain yang unik dan sering membuat penderitanya khawatir.
Gejala ini biasanya muncul 30–60 menit sebelum nyeri kepala, meski kadang bisa hadir tanpa disertai rasa sakit sama sekali.
Memahami penyebab dan cara mengatasinya penting agar kita bisa lebih siap menghadapi serangan migrain ini.
Apa Itu Migrain Aura?
Migrain aura merupakan fase peringatan sebelum serangan migrain. Pada tahap ini, otak mengirimkan sinyal-sinyal aneh yang memengaruhi indra, terutama penglihatan.
Gejalanya bisa berupa gangguan visual, sensasi kesemutan di wajah atau tangan, hingga kesulitan berbicara.
Tak semua penderita migrain mengalaminya — hanya sekitar 25–30% yang melaporkan adanya aura.
Dari jumlah itu, sebagian besar mengalami gangguan visual seperti kilatan cahaya, sementara sebagian lainnya merasakan perubahan sensorik atau kesulitan berbahasa.
Penyebab Migrain Aura
Belum ada penyebab tunggal yang pasti, tetapi para ahli mengaitkan migrain aura dengan beberapa faktor berikut:
Baca Juga: MotoGP Indonesia: Marco Bezzecchi Sempat Pikir Kemenangannya di Sprint Sudah Hilang
-
Aktivitas listrik otak yang tidak stabil
Gelombang saraf yang menyebar di otak dapat mengacaukan cara otak memproses sinyal dari pancaindra, memunculkan gejala seperti kilatan cahaya atau mati rasa.
-
Ketidakseimbangan zat kimia otak
Perubahan kadar serotonin dan neurotransmiter lain bisa memengaruhi pembuluh darah otak, menimbulkan peradangan dan rasa nyeri.
-
Faktor genetik
Migrain kerap bersifat turun-temurun. Jika orang tua mengalami migrain, risiko Anda pun meningkat.
-
Perubahan hormon dan usia
Migrain lebih sering dialami perempuan dewasa, terutama di masa produktif, dan cenderung berkurang setelah usia 50 tahun.
Gejala Migrain Aura
Migrain aura biasanya berlangsung singkat, sekitar 20 hingga 60 menit, sebelum sakit kepala muncul. Namun, pada beberapa orang, aura bisa hadir tanpa diikuti nyeri kepala. Gejala yang umum antara lain:
-
Penglihatan kabur, muncul kilatan cahaya, atau area pandang hilang sebagian.
-
Kesemutan atau mati rasa di wajah, tangan, atau sisi tubuh tertentu.
-
Kesulitan berbicara atau menyusun kata.
-
Gangguan pendengaran, seperti telinga berdenging.
-
Dalam kasus langka, terjadi kelemahan otot di satu sisi tubuh.
Cara Mengatasi Migrain Aura
Penanganan migrain aura tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi serangan. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
Baca Juga: Cara Membuat Pupuk dari Limbah Ikan: Rahasia Tanaman Lebih Subur Secara Alami
-
Konsumsi obat dengan bijak
Untuk nyeri ringan, gunakan paracetamol atau ibuprofen. Jika serangan lebih berat, dokter mungkin meresepkan triptan.
Bagi yang sering kambuh, obat pencegahan seperti beta-blocker atau antidepresan bisa membantu.
-
Atur gaya hidup
Tidur cukup, makan teratur, banyak minum air, dan hindari pemicu seperti stres, alkohol, cahaya terang, atau kafein berlebih.
-
Coba terapi tambahan
Yoga, meditasi, atau olahraga ringan dapat membantu menyeimbangkan sistem saraf dan menurunkan risiko migrain kambuh.
Migrain aura mungkin tampak menakutkan karena datang dengan gejala visual yang mengganggu, tetapi dengan pola hidup sehat dan penanganan yang tepat, kondisinya bisa dikendalikan.
Jika serangan migrain semakin sering atau gejalanya berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter saraf.
Ingat, mengenali tanda-tanda tubuh lebih awal adalah langkah terbaik untuk tetap sehat dan produktif.
Laporan: Nadira Maia Arziki/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










