Akurat
Pemprov Sumsel

Takut Bentuk Payudara Berubah setelah Operasi Kanker? Teknologi Robotik dari RSU Bunda Bisa Jadi Solusi

Naufal Lanten | 10 Oktober 2025, 18:47 WIB
Takut Bentuk Payudara Berubah setelah Operasi Kanker? Teknologi Robotik dari RSU Bunda Bisa Jadi Solusi

 

AKURAT.CO Kabar baik datang dari dunia medis Indonesia. RSU Bunda Jakarta berhasil mencatat sejarah baru dengan menghadirkan teknologi Robotic Skin Sparing Mastectomy, sebuah prosedur operasi kanker payudara yang dilakukan secara minimal invasif menggunakan sistem bedah robotik. Inovasi ini memungkinkan pengangkatan jaringan kanker tanpa menghilangkan bentuk alami payudara — langkah besar yang tak hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga menjaga kepercayaan diri dan kualitas hidup pasien perempuan.

Prosedur perdana ini dilakukan pada 16 Agustus 2025, menandai babak baru dalam layanan onkologi di Indonesia. RSU Bunda Jakarta menjadi rumah sakit pertama di tanah air yang berhasil menerapkan teknik ini, di bawah naungan PT Bundamedik Tbk (BMHS), grup kesehatan yang dikenal konsisten dalam menghadirkan inovasi teknologi medis berstandar internasional.


Kanker Payudara Masih Jadi Ancaman Utama bagi Perempuan

Menurut data World Cancer Research Fund (2022), kanker payudara menempati posisi kedua sebagai jenis kanker paling banyak diderita di dunia. Sementara itu, Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 mencatat bahwa kanker payudara menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus baru tertinggi di Indonesia, mencapai 66.271 kasus.

Lebih dari sekadar angka, kondisi ini menggambarkan betapa besar ancaman kanker payudara terhadap kesehatan perempuan Indonesia. Namun di balik tantangan medis tersebut, ada satu persoalan yang kerap luput dari perhatian: rekonstruksi payudara pasca operasi.

Selain kompleksitas tindakan medisnya yang tinggi, hasil estetika setelah operasi sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pasien. Karena itu, kehadiran Robotic Skin Sparing Mastectomy menjadi jawaban bagi kebutuhan yang tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga psikologis dan estetika.


Teknologi Bedah Robotik yang Ubah Standar Operasi Kanker Payudara

Berbeda dari metode konvensional, Robotic Skin Sparing Mastectomy memungkinkan dokter mengangkat jaringan kanker dengan presisi tinggi tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Hal ini dimungkinkan berkat sistem robotik canggih yang memiliki lengan mekanik berputar hingga 360 derajat, dilengkapi kamera 3D berdefinisi tinggi yang dapat memperbesar area operasi hingga sepuluh kali lipat.

Selain itu, teknologi ini juga mampu mengurangi tremor atau getaran tangan manusia, sehingga setiap tindakan pembedahan dapat dilakukan dengan stabil dan akurat. Prosedur ini hanya membutuhkan sayatan kecil berukuran 3–5 mm, yang berarti trauma operasi lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta pemulihan yang lebih cepat.

Dengan pendekatan ini, pasien tak hanya mendapatkan hasil medis optimal, tetapi juga dapat mempertahankan anatomi alami payudara mereka, sebuah kemajuan besar dalam tata laksana kanker modern.


Kolaborasi Tim Multidisiplin, Kunci Keberhasilan Operasi Perdana

Keberhasilan operasi pertama di Indonesia ini bukan hasil kerja satu bidang saja, melainkan sinergi dari tim multidisiplin RSU Bunda Jakarta. Dalam pelaksanaannya, operasi melibatkan dokter spesialis bedah onkologi, bedah plastik rekonstruksi, anestesi, radiologi, dan tim perawat berpengalaman.

Semua pihak berkoordinasi secara intensif agar prosedur berjalan tanpa komplikasi dan menghasilkan hasil terbaik bagi pasien. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi fondasi penting dalam penerapan teknologi medis modern, sekaligus menunjukkan kesiapan RSU Bunda Jakarta dalam mengadopsi inovasi global.


Presisi Tinggi dan Pemulihan Lebih Cepat: Perspektif Dokter

Dalam penjelasannya, dr. Reza Musmarliansyah, Sp.B, Subsp.Onk (K). FICRS, Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSU Bunda Jakarta, mengatakan bahwa teknologi bedah robotik memungkinkan pembedahan dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Jaringan kanker dapat diangkat secara optimal sambil tetap mempertahankan jaringan sehat.

"Bagi pasien, keunggulan ini bukan hanya mengenai efektivitas medis, tetapi juga memberi pemulihan lebih cepat, menekan risiko komplikasi, dan menghasilkan hasil estetika yang lebih baik sehingga kualitas hidup pasca operasi tetap terjaga," ujar Reza dalam Peluncuran dan Pengenalan Operasi Robotic Skin Sparing Mastectomy Pertama di Indonesia di BMHS Diagnos Tower, Jumat, 10 Oktober 2025. 

Sementara dari sisi rekonstruksi, dr. Afriyanti Sandhi, SpBP-RE, FLB, MARS, Dokter Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSU Bunda Jakarta, menambahkan:

“Dalam operasi ini, fokus kami tidak hanya mengangkat jaringan kanker, tetapi juga menghadirkan hasil rekonstruksi yang alami. Dengan mempertahankan anatomi sekaligus membentuk kembali payudara pada saat yang sama, pasien dapat melalui proses pemulihan dengan lebih cepat dan lebih percaya diri. Pendekatan multidisiplin ini memastikan pasien pulih tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis.”


Visi BMHS: Inovasi Medis yang Menjaga Kualitas Hidup Pasien

Kehadiran teknologi Robotic Skin Sparing Mastectomy juga sejalan dengan visi besar BMHS untuk menghadirkan layanan kesehatan berbasis Holistic Family Care, yang menempatkan kualitas hidup pasien sebagai prioritas utama.

Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Sp.OG, FRANZCOG, GDRM, MMIS, selaku President Commissioner PT Bundamedik Tbk, menjelaskan bahwa pencapaian ini menegaskan visi jangka panjang BMHS untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional.

Sejak 2012, BMHS telah menjadi pionir bedah robotik di Indonesia, dan kini Perseroan tidak hanya pada inovasi teknologi, tetapi juga pembangunan ekosistem menyeluruh, mulai dari tim multidisiplin, infrastruktur, hingga edukasi pasien, agar layanan robotic surgery menjadi solusi yang aman, presisi, dan berdaya saing global. 

"Melalui investasi berkelanjutan, efisiensi operasional, dan kemitraan strategis, kami ingin memastikan inovasi ini memberi manfaat nyata bagi pasien sekaligus memperkuat posisi BMHS sebagai penyedia layanan kesehatan dengan standar kelas dunia," katanya.

Sejak menjadi pelopor bedah robotik di Indonesia pada 2012, BMHS melalui RSU Bunda Jakarta terus berkomitmen memperluas inovasi teknologi medis lintas disiplin — mulai dari onkologi, obstetri, hingga bedah minimal invasif lainnya.


Transformasi Layanan Kesehatan Menuju Standar Kelas Dunia

Langkah RSU Bunda Jakarta dalam menghadirkan teknologi bedah robotik untuk kanker payudara menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital di dunia medis bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan.
Inovasi ini tidak hanya membawa standar baru dalam dunia pembedahan, tetapi juga memperkuat ekosistem layanan kesehatan nasional yang berorientasi pada keselamatan, presisi, dan kualitas hidup pasien.

Dengan semangat “Because Family Matters,” BMHS dan RS Bunda Group menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan kesehatan modern, aman, dan berdaya saing global bagi keluarga Indonesia.


Kesimpulan

Hadirnya Robotic Skin Sparing Mastectomy di RSU Bunda Jakarta bukan hanya tonggak kemajuan medis, tetapi juga simbol harapan baru bagi pasien kanker payudara di Indonesia. Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi lintas keahlian dan teknologi canggih, kualitas hidup pasien dapat dijaga — baik dari sisi kesehatan maupun kepercayaan diri.

Baca Juga: Indonesia Goes Pink 2025 Digelar di Berbagai Kota, Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Baca Juga: Panduan Mandi yang Aman Pasca Operasi Kanker Payudara 

FAQ

1. Apa itu Robotic Skin Sparing Mastectomy?

Robotic Skin Sparing Mastectomy (RSSM) adalah teknik operasi pengangkatan kanker payudara dengan bantuan sistem robotik berpresisi tinggi. Prosedur ini memungkinkan dokter mengangkat jaringan kanker tanpa menghilangkan bentuk alami payudara, karena kulit dan anatomi luar tetap dipertahankan.


2. Apa perbedaan utama antara Robotic Skin Sparing Mastectomy dan mastektomi konvensional?

Perbedaan paling menonjol ada pada ukuran sayatan, presisi tindakan, waktu rawat, serta hasil estetika.

  • Pada mastektomi konvensional, sayatan besar dilakukan dari sisi tengah hingga ke lateral payudara, sehingga meninggalkan luka yang lebih lebar dan waktu pemulihan lebih lama.

  • Sementara RSSM menggunakan sistem robot dengan sayatan kecil berukuran 3–5 mm, menghasilkan trauma jaringan lebih ringan, pemulihan lebih cepat, dan bentuk payudara tetap alami.


3. Apa keunggulan operasi robotik dibandingkan metode konvensional?

Beberapa keunggulan RSSM antara lain:

  • Sayatan minimal dan luka operasi lebih kecil.

  • Pemulihan lebih cepat, rata-rata pasien bisa pulang dalam 3–4 hari.

  • Presisi tinggi karena robot mampu bergerak 360° dan dilengkapi kamera 3D berdefinisi tinggi.

  • Risiko komplikasi lebih rendah karena trauma jaringan minimal.

  • Hasil estetika lebih baik, bentuk payudara tetap natural.


4. Apakah Robotic Skin Sparing Mastectomy aman untuk semua pasien kanker payudara?

Tidak semua pasien bisa langsung menjalani RSSM. Prosedur ini harus melalui evaluasi medis menyeluruh oleh tim multidisiplin yang mencakup dokter bedah onkologi, bedah plastik, anestesi, dan radiologi. Hanya pasien dengan stadium tertentu dan kondisi jaringan yang sesuai yang dapat menjadi kandidat ideal.


5. Siapa saja dokter yang terlibat dalam operasi Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Indonesia?

Tim RSU Bunda Jakarta dipimpin oleh dr. Reza Musmarliansyah, Sp.B, Subsp.Onk (K), FICRS sebagai dokter spesialis bedah onkologi, berkolaborasi dengan dr. Afriyanti Sandhi, SpBP-RE, FLB, MARS sebagai dokter bedah plastik rekonstruksi dan estetik, serta dr. Maulina dan dr. Baskoro sebagai bagian dari tim bedah.


6. Bagaimana proses penyembuhan setelah operasi robotik ini?

Pasien umumnya pulih lebih cepat dibanding metode konvensional. Setelah 3–4 hari, pasien biasanya sudah bisa pulang dengan kondisi stabil. Bekas luka pun lebih kecil dan tersembunyi, serta rasa nyeri pasca operasi jauh lebih ringan.


7. Apakah hasil rekonstruksi payudara setelah RSSM terlihat alami?

Ya. Karena kulit dan sebagian besar jaringan sehat dipertahankan, bentuk payudara setelah operasi tetap tampak natural. Proses rekonstruksi juga menggunakan teknik autologus flap, yaitu mengambil jaringan dari tubuh pasien sendiri (biasanya dari punggung), sehingga hasilnya lebih alami dibandingkan dengan implan silikon.


8. Berapa kisaran biaya operasi Robotic Skin Sparing Mastectomy di RSU Bunda Jakarta?

Menurut dr. Elizabeth, Chief of Medical, Nursing, and Quality Officer PT Bundamedik Tbk, biaya diperkirakan sekitar Rp200 juta, tergantung kompleksitas kasus dan kebutuhan medis masing-masing pasien.


9. Apakah teknologi robotik ini sudah banyak digunakan di Indonesia?

Teknologi bedah robotik masih relatif baru di Indonesia. RSU Bunda Jakarta di bawah BMHS (Bundamedik Healthcare System) menjadi pelopor pertama yang berhasil melakukan prosedur Robotic Skin Sparing Mastectomy di Indonesia pada 16 Agustus 2025.


10. Mengapa inovasi ini penting bagi pasien kanker payudara?

Karena kanker payudara tidak hanya berdampak fisik, tapi juga psikologis dan estetika. Dengan adanya teknologi robotik, pasien kini bisa menjalani operasi yang lebih aman, minim bekas luka, hasil alami, dan pemulihan lebih cepat — membantu mereka kembali percaya diri setelah pengobatan kanker.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.