Akurat
Pemprov Sumsel

Bagaimana Perubahan Fisik pada Anak Laki-laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Naufal Lanten | 12 Oktober 2025, 17:52 WIB
Bagaimana Perubahan Fisik pada Anak Laki-laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber? Inilah Penjelasan Lengkapnya

 

AKURAT.CO Bagaimana perubahan fisik terjadi pada laki-laki dan perempuan yang memasuki masa puber? Pubertas adalah fase penting dalam kehidupan manusia, di mana tubuh anak mulai bertransformasi menjadi dewasa secara biologis. Menurut National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), masa ini ditandai dengan perubahan hormon, percepatan pertumbuhan, dan pematangan organ reproduksi.

Rentang usia pubertas berbeda pada tiap anak. Umumnya, pubertas dimulai pada usia 8–13 tahun untuk perempuan dan 9–14 tahun untuk laki-laki. Namun, berbagai studi, termasuk yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics, menunjukkan tren bahwa pubertas kini cenderung dimulai lebih awal pada beberapa populasi.


Perubahan Fisik pada Anak Perempuan

Tanda pertama pubertas pada perempuan biasanya adalah perkembangan payudara (thelarche). Proses ini dapat muncul di usia 8–13 tahun dan menjadi penanda dimulainya aktivitas hormon estrogen dalam tubuh.

Tak lama setelah itu, mulai tumbuh rambut di area kemaluan dan ketiak (adrenarche), diikuti dengan percepatan pertumbuhan tinggi badan atau growth spurt. Umumnya, lonjakan tinggi badan ini terjadi sebelum datangnya haid pertama.

Menstruasi atau menarche menandai bahwa sistem reproduksi sudah berfungsi. Rata-rata usia menarche bervariasi antarnegara, namun studi besar dari JAMA Network Open tahun 2024 mencatat bahwa rata-rata usia haid pertama kini menurun menjadi sekitar 11,9–12,2 tahun.

Selain itu, tubuh perempuan mengalami perubahan lain seperti:

  • Suara yang sedikit berubah,

  • Bertambahnya lemak di bawah kulit,

  • Pinggul melebar, dan

  • Munculnya jerawat akibat peningkatan aktivitas hormon androgen.

Dalam dunia medis, tahapan ini dinilai menggunakan sistem Tanner Stage — dari B1–B5 (perkembangan payudara) dan PH1–PH5 (pertumbuhan rambut pubis).


Perubahan Fisik pada Anak Laki-Laki

Pada anak laki-laki, tanda pertama pubertas adalah pembesaran testis yang biasanya terjadi di usia 9–14 tahun. Setelah itu, mulai tumbuh rambut di area kemaluan, suara berubah menjadi lebih berat, dan ukuran penis bertambah.

Seiring meningkatnya kadar testosteron, tubuh laki-laki mulai menunjukkan massa otot yang lebih besar dan pertumbuhan tinggi badan yang pesat. Namun, puncak pertumbuhan tinggi biasanya datang lebih lambat dibanding perempuan.

Salah satu penanda penting lain adalah spermarche, yaitu ejakulasi pertama atau munculnya sel sperma dalam cairan semen. Studi populasi menunjukkan median usia spermarche berada di kisaran 13–13,5 tahun.


Mengapa Pubertas Terjadi Lebih Cepat pada Anak Sekarang?

Penelitian menunjukkan bahwa pubertas dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, lingkungan, dan sosial.

  1. Aktivasi hormon (HPG axis)
    Pubertas dimulai ketika hipotalamus di otak mengirim sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon LH dan FSH, yang kemudian merangsang gonad menghasilkan estrogen atau testosteron.

  2. Nutrisi dan obesitas anak
    Kelebihan berat badan terbukti mempercepat datangnya pubertas, terutama pada perempuan. Lemak tubuh menghasilkan hormon leptin yang mempercepat aktivasi sistem reproduksi.

  3. Paparan bahan kimia pengganggu hormon (EDC)
    Beberapa senyawa seperti bisfenol A (BPA), ftalat, atau pestisida tertentu memiliki efek estrogenik yang bisa mengubah waktu pubertas. Namun, efek langsungnya masih menjadi perdebatan ilmiah.

  4. Faktor sosial dan psikologis
    Stres kronis, lingkungan keluarga yang tidak stabil, atau tekanan emosional dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan waktu munculnya pubertas.

  5. Genetik dan etnis
    Usia pubertas juga dipengaruhi faktor keturunan. Studi terbaru dari JAMA Network (Wang, 2024) menunjukkan perbedaan usia pubertas antar-etnis di Amerika Serikat.


Dampak Jangka Pendek dan Panjang Pubertas

1. Dampak Fisik

Dalam jangka pendek, pubertas membawa perubahan besar pada tubuh — mulai dari jerawat, peningkatan berat badan, hingga pertumbuhan cepat. Namun, pubertas yang datang terlalu dini dapat membuat anak berhenti tumbuh lebih cepat karena lempeng pertumbuhan tulang menutup lebih awal.

2. Dampak Kesehatan Jangka Panjang

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami pubertas lebih awal berisiko lebih tinggi mengalami:

  • Obesitas dan sindrom metabolik,

  • Diabetes tipe 2,

  • Penyakit jantung, dan

  • Kanker payudara akibat paparan estrogen yang lebih panjang.

Namun, hubungan ini tidak selalu sederhana. Faktor gaya hidup seperti pola makan dan aktivitas fisik juga berperan besar.

3. Dampak Psikologis

Anak yang matang lebih awal sering menghadapi tantangan psikologis, seperti depresi, kecemasan, atau rendahnya citra tubuh. Mereka juga cenderung lebih cepat terpapar perilaku berisiko seperti penggunaan zat atau hubungan seksual dini.


Kontroversi di Dunia Medis

Apakah pubertas memang terjadi lebih cepat di seluruh dunia?
Beberapa meta-analisis seperti yang diterbitkan di JAMA Pediatrics (2020) menunjukkan tren global ke arah itu. Namun, tidak semua wilayah menunjukkan pola yang sama — perbedaan metode penelitian dan kondisi sosial-ekonomi sering kali memengaruhi hasil.

Debat lain yang masih berlangsung adalah tentang peran bahan kimia pengganggu hormon (EDC). Sebagian peneliti menilai efek obesitas lebih dominan, sementara yang lain menekankan interaksi kompleks antara keduanya.

Selain itu, definisi “pubertas dini” juga mulai ditinjau kembali. Batas usia 8 tahun untuk perempuan dan 9 tahun untuk laki-laki mungkin tidak lagi relevan untuk semua populasi, meskipun belum ada pedoman global baru yang disepakati.


Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Konsultasikan ke dokter spesialis anak atau endokrin bila:

  • Tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun (perempuan) atau 9 tahun (laki-laki),

  • Tanda pubertas belum muncul sampai 13 tahun pada perempuan atau 14 tahun pada laki-laki,

  • Terjadi perdarahan abnormal, perubahan terlalu cepat, atau gejala lain yang tidak wajar.

Dokter biasanya akan memeriksa tahapan perkembangan (Tanner stage), melakukan tes hormon, hingga pemeriksaan tulang untuk menilai usia biologis.


Tren Terbaru dan Implikasi Kesehatan Masyarakat

Studi terbaru hingga 2024 menunjukkan tren penurunan usia pubertas di banyak negara. Faktor utama yang dianggap berperan meliputi obesitas anak, paparan bahan kimia lingkungan, dan pola hidup modern.

Ke depan, para ilmuwan berupaya memisahkan pengaruh genetik dan lingkungan dengan studi jangka panjang. Upaya pencegahan difokuskan pada gaya hidup sehat, pengurangan paparan bahan kimia, dan edukasi tentang kesehatan reproduksi sejak dini.


Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Sekolah

  • Pantau perkembangan anak secara rutin dan konsultasikan bila ada perubahan ekstrem.

  • Cegah obesitas sejak dini dengan menjaga pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin.

  • Kurangi paparan bahan kimia berisiko, seperti plastik sekali pakai yang mengandung BPA atau pestisida rumah tangga.

  • Berikan dukungan emosional dan edukasi seks yang sesuai usia, agar anak siap menghadapi perubahan tubuh dan emosinya.


Kesimpulan

Pubertas adalah fase alami yang menandai kesiapan tubuh untuk menjadi dewasa, tetapi waktu kemunculannya bisa sangat bervariasi. Data ilmiah menunjukkan bahwa pubertas kini cenderung datang lebih cepat, dipengaruhi oleh faktor gizi, lingkungan, dan gaya hidup.

Memahami proses ini secara ilmiah membantu orang tua, guru, dan anak muda sendiri untuk lebih siap menghadapi perubahan besar tersebut — baik secara fisik maupun mental.

Kalau kamu tertarik mengikuti topik kesehatan remaja dan perkembangan tubuh, pantau terus artikel terbaru di AKURAT.CO untuk update ilmiah berikutnya.

Baca Juga: 7 Tanda Depresi pada Remaja yang Sering Tak Disadari

Baca Juga: Menabung Mingguan Jadi Tren di Tengah Gaya Hidup Konsumtif Anak Muda

FAQ

1. Apa itu pubertas?
Pubertas adalah masa ketika tubuh anak mengalami perubahan biologis dan hormon yang membuatnya matang secara seksual. Pada fase ini, organ reproduksi mulai berfungsi dan terjadi pertumbuhan fisik yang pesat.


2. Pada usia berapa pubertas biasanya dimulai?
Pubertas umumnya dimulai pada usia 8–13 tahun pada perempuan dan 9–14 tahun pada laki-laki. Namun, usia ini bisa bervariasi tergantung faktor genetik, gizi, dan lingkungan.


3. Apa tanda-tanda awal pubertas pada anak perempuan?
Tanda pertama biasanya adalah pertumbuhan payudara (thelarche), diikuti munculnya rambut di area kemaluan dan ketiak, serta datangnya menstruasi pertama (menarche) sekitar usia 12 tahun.


4. Apa tanda-tanda awal pubertas pada anak laki-laki?
Tanda awalnya adalah pembesaran testis, diikuti pertumbuhan rambut kemaluan, suara menjadi berat, peningkatan massa otot, dan pertumbuhan tinggi badan yang cepat.


5. Mengapa sekarang banyak anak mengalami pubertas lebih cepat?
Beberapa faktor yang diduga berperan antara lain obesitas anak, pola makan tinggi lemak dan gula, paparan bahan kimia pengganggu hormon (EDC) seperti BPA, serta stres lingkungan. Kombinasi faktor ini mempercepat aktivasi hormon reproduksi.


6. Apakah pubertas dini berbahaya?
Pubertas dini dapat berdampak pada tinggi badan akhir yang lebih pendek, serta risiko emosional dan sosial, seperti perasaan tidak siap atau tekanan dari teman sebaya. Dalam jangka panjang, pubertas terlalu cepat juga dikaitkan dengan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan kanker payudara.


7. Bagaimana dampak pubertas terhadap psikologis remaja?
Anak yang matang lebih cepat cenderung mengalami depresi, cemas, dan rendah diri karena merasa berbeda dari teman sebayanya. Dukungan keluarga dan edukasi kesehatan reproduksi sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosional.


8. Kapan orang tua harus membawa anak ke dokter?
Segera konsultasikan ke dokter bila:

  • Tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun pada perempuan atau 9 tahun pada laki-laki,

  • Tidak ada tanda pubertas hingga usia 13 tahun (perempuan) atau 14 tahun (laki-laki),

  • Terdapat perubahan fisik yang tidak biasa seperti nyeri, perdarahan, atau pertumbuhan ekstrem.


9. Apakah pubertas pada laki-laki dan perempuan terjadi dalam waktu yang sama?
Tidak selalu. Umumnya, perempuan memulai pubertas lebih awal dibanding laki-laki sekitar 1–2 tahun. Puncak pertumbuhan tinggi badan juga terjadi lebih dulu pada perempuan.


10. Bisakah gaya hidup memengaruhi waktu pubertas?
Ya. Pola makan, berat badan, aktivitas fisik, dan paparan lingkungan (termasuk zat kimia tertentu) dapat mempercepat atau menunda datangnya pubertas. Menjaga pola hidup sehat membantu tubuh berkembang sesuai ritme alaminya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.