JKN Turunkan Beban Biaya Kesehatan hingga 70 Persen

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan jaminan kesehatan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, mengatakan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menurut Muhaimin, JKN terbukti menjadi instrumen perlindungan sosial yang mampu mencegah jutaan keluarga jatuh ke dalam kemiskinan akibat tingginya biaya kesehatan.
“JKN berhasil menurunkan beban pengeluaran kesehatan masyarakat hingga sekitar 70 persen. Ini menjadi bukti kehadiran negara selama lebih dari satu dekade dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai amanat konstitusi,” kata Muhaimin, Selasa (16/12/2025).
Ia menyampaikan, JKN saat ini menjadi salah satu sistem jaminan sosial terbesar di dunia, dengan cakupan yang melampaui rata-rata global.
Meski demikian, masih terdapat tantangan, khususnya terkait kepesertaan aktif. Saat ini, sekitar 20,38 persen atau setara 53 juta peserta tercatat tidak aktif.
Muhaimin menekankan pentingnya percepatan inovasi digital, seperti pemanfaatan telemedicine, integrasi data, serta peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut diperlukan agar pencapaian Universal Health Coverage (UHC) tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas.
Ia menambahkan, keberhasilan program kesehatan generasi muda yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan sangat menentukan keberlanjutan JKN ke depan.
Baca Juga: Pengasuhan Setara Ayah–Ibu Dinilai Penting Bentuk Karakter Anak
Penciptaan lingkungan sekolah yang sehat, pemenuhan gizi, serta pembiasaan hidup aktif dinilai menjadi bagian penting dari ekosistem kesehatan nasional.
“Indonesia berpeluang menjadi teladan dunia dalam penerapan sistem gotong royong dan solidaritas sosial untuk mewujudkan Universal Health Coverage secara masif,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Muhaimin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai target UHC 2025 serta memperkokoh JKN sebagai instrumen perlindungan sosial.
“Masyarakat yang sehat adalah fondasi utama menuju bangsa yang maju,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








