Penelitian Terbaru Menunjukkan Otak Manusia Bisa Berubah Lebih Cepat dari Perkiraan

AKURAT.CO Wawasan baru dari studi neuromodulator dan intervensi, misalnya terapi farmakologis seperti ketamine pada depresi berat, memperlihatkan bahwa perubahan plastisitas sinaptik dapat terjadi relatif cepat.
Studi RCT ketamine dan ulasan synaptic plasticity di Nature Networks menyebutkan ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, bukan hanya minggu atau bulan.
Hal ini menantang pandangan lama bahwa neuroplastisitas memerlukan waktu panjang untuk perubahan bermakna.
Temuan ini membuka peluang terapi yang lebih cepat untuk kondisi seperti depresi resisten terapi dan gangguan neuropsikiatri lainnya. Juga menguatkan ide bahwa pengalaman intens dan intervensi yang tepat dapat merombak jaringan otak dalam rentang waktu singkat.
Namun para peneliti menekankan perlunya penelitian jangka panjang untuk memahami stabilitas perubahan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





