Penelitian Terbaru Menunjukkan Otak Manusia Bisa Berubah Lebih Cepat dari Perkiraan

AKURAT.CO Wawasan baru dari studi neuromodulator dan intervensi, misalnya terapi farmakologis seperti ketamine pada depresi berat, memperlihatkan bahwa perubahan plastisitas sinaptik dapat terjadi relatif cepat.
Studi RCT ketamine dan ulasan synaptic plasticity di Nature Networks menyebutkan ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, bukan hanya minggu atau bulan.
Hal ini menantang pandangan lama bahwa neuroplastisitas memerlukan waktu panjang untuk perubahan bermakna.
Temuan ini membuka peluang terapi yang lebih cepat untuk kondisi seperti depresi resisten terapi dan gangguan neuropsikiatri lainnya. Juga menguatkan ide bahwa pengalaman intens dan intervensi yang tepat dapat merombak jaringan otak dalam rentang waktu singkat.
Namun para peneliti menekankan perlunya penelitian jangka panjang untuk memahami stabilitas perubahan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





