Menkes: Campak Jadi Ancaman Utama di Wilayah Bencana Sumatera

AKURAT.CO Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menegaskan, penyakit campak menjadi ancaman utama yang diwaspadai pemerintah di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Tingginya tingkat penularan dan risiko kematian, terutama pada anak-anak, membuat campak menjadi perhatian serius.
“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat, yang paling kita takutkan adalah campak. Penularannya sangat tinggi. Kalau ingat COVID-19 dengan reproduction rate yang tinggi, yang paling tinggi justru campak,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Budi mengungkapkan, Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah langsung menjalankan program imunisasi khusus yang mulai digelar sejak awal pekan ini.
“Campak sudah kita identifikasi di lima kabupaten. Sejak Senin kemarin, imunisasi khusus untuk anak-anak di wilayah tersebut sudah berjalan,” jelasnya.
Selain campak, pemerintah juga memantau sejumlah penyakit menular lain seperti tuberkulosis (TBC) dan leptospirosis.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tarif Listrik 2026 Tak Naik, Diskon Belum Dibahas
Namun, Menkes menegaskan campak menjadi prioritas utama karena kecepatan penularannya jauh lebih agresif.
“Kita pantau juga TBC dan leptospirosis, tetapi yang paling kita khawatirkan adalah campak karena penularannya sangat cepat,” katanya.
Ia mengingatkan, campak bukan penyakit ringan dan dapat berakibat fatal jika menyerang anak-anak serta tidak segera ditangani.
“Campak bisa mematikan pada anak-anak jika terlambat ditangani,” tegasnya.
Pemerintah berharap program imunisasi khusus ini dapat memutus rantai penularan, mencegah meluasnya wabah ke wilayah lain, serta meningkatkan kembali cakupan imunisasi anak yang sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.
“Itu sebabnya imunisasi khusus kita lakukan di daerah yang terbukti terdapat kasus campak pada anak-anak,” pungkas Menkes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









