Akurat
Pemprov Sumsel

Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Palembang Diresmikan, Upaya Tingkatkan Perlindungan Masyarakat dari Bahaya

Wahyu SK | 18 Februari 2026, 21:46 WIB
Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Palembang Diresmikan, Upaya Tingkatkan Perlindungan Masyarakat dari Bahaya

AKURAT.CO Melanjutkan pemantauan aktif vaksinasi dengue yang sebelumnya diresmikan di Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meresmikan program yang sama di Kota Palembang, Rabu (18/2/2026).

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyambut baik inisiatif vaksinasi dan pemantauan aktif sebagai bagian dari upaya pengendalian dengue di Sumatera Selatan. Yang merupakan bagian dari visi jangka panjangpembangunan kesehatan di daerah.

"Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upayapencegahan dengue, sejalan dengan target nasionaldan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030," ujar Herman Deru.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor.

Upaya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi dengan inovasikesehatan dan pendekatan pencegahan yang didukung bukti ilmiah.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan dalampemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang inimencerminkan komitmen bersama untuk melindungigenerasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan ke depan. Serta mencapai nol kematian akibat dengue di Palembang pada tahun 2030," jelasnya.

Baca Juga: Perbedaan Demam Dengue dan Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, mengingatkan masyarakat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman.

Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue. Berdasarkan data Dengue Kabkota di Sumsel pada tahun 2025 per 31 Desember dilaporkan sebanyak 4.437 kasus dengan 22 kematian. Dengan kasus tertinggi dengue pada tahun 2025 yaitu Palembang sebanyak 968 kasus dan 3 kematian.

Dari rekapitulasi laporan, dalam lima tahun terakhir kasus dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 15-44 tahun (42 persen dari total kasus) dan dalam 7 tahun terakhir kematian dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 5-14 tahun (41 persen dari total kasus). Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue.

"Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan di seluruh kabupaten kota, melaui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap. Namun, kami menyadari bahwa tantangan dengue yang semakin kompleks memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif," tuturnya.

Oleh karena itu, kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Palembang dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dalam pelaksanaan vaksinasi dengue serta pemantauan aktif pada anak-anak usia 6-10 tahun di Palembang menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan, khususnya bagi kelompok usia yang rentan.

"Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi pembelajaran dan model bagi penguatan upaya pengendalian dengue di wilayah lain di SumateraSelatan, melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan," lanjut Trisnawarman.

Baca Juga: Masih Jadi Tantangan Kesehatan Masyarakat, Kalimantan Utara Perkuat Pencegahan Dengue Lewat Vaksinasi

Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, menegaskan bahwa dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia yang sering kali dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian.

Persepsi ini masih cukup umum di masyarakat, sehingga upaya pencegahan menjadi sangat penting. Pencegahan dengue perlu dilakukan secara konsisten melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terutama dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten.

Berbagai pendekatan yang telah berjalan, seperti Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik tetap menjadi bagian penting dari upaya pengendalian dengue. Metode inovatif, termasuk vaksinasi, hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya-upaya tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

"Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan rantai penularan dengue dapat ditekan secara berkelanjutan. Pemantauan aktif di Palembang menyasar 7.500 anak, di 60 Sekolah Dasar di wilayah kerja 10 Puskesmas dengan laporan kejadian tertinggi di Palembang, dengan 5.000 di antaranya mendapatkan vaksinasi. Kota Palembang sendiri dipilih dengan pertimbangan sebagai wilayah dengan angka kejadian dengue tertinggi di Sumatera Selatan. Vaksin yang digunakan dalam pemantauan aktif ini telah dipasarkan di Indonesia selama lebih dari 3 tahun dan telah direkomendasikan oleh asosiasi medis untuk digunakan bagi anak dan dewasa. Palembang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan pemantauan aktif tidak hanya karena tingginya kasus di kota ini, tetapi juga melihat kesiapannya, dan berdasarkan diskusi dengan para ahli, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan setempat," Karmila menerangkan.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs, PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan, sebagai mitra jangka panjang Indonesia, Takeda berkomitmen untuk mendukung upaya berkelanjutan dalam melindungi masyarakat dari dengue.

"Tantangan dengue tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang konsisten, berbasis sains, dan berorientasi pada dampak jangka panjang," kata Arif.

Baca Juga: MPR RI dan KOBAR Lawan Dengue Gelar Dialog Kebijakan Menuju Indonesia Tanpa Kematian Dengue 2030

Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dalam program pemantauan aktif ini, Takeda mendukung upaya penguatan perlindungan kesehatan anak-anak, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dan melindungi lebih banyak keluarga dari risiko penyakit seperti dengue.

"Inisiatif ini juga turut memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pencegahan dengue ke depan dan sejalan dengan misi Takeda untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK