Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air dengan Aman dan Efektif

Idham Nur Indrajaya | 24 Maret 2026, 12:35 WIB
Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air dengan Aman dan Efektif
Cara mengatasi telinga kemasukan air dengan aman dan efektif agar tidak menimbulkan infeksi. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Telinga terasa penuh atau tersumbat setelah berenang, mandi, atau menyelam? Hal ini umum terjadi karena air bisa terjebak di saluran telinga. Jika tidak segera ditangani, air yang tertinggal berisiko menimbulkan infeksi. Artikel ini akan membahas cara mengatasi telinga kemasukan air dengan aman, gejala yang perlu diperhatikan, serta tips pencegahan agar telinga tetap sehat.

Telinga kemasukan air terjadi ketika air masuk ke dalam saluran telinga dan terperangkap, biasanya di belakang kotoran telinga atau serumen. Kondisi ini sering terjadi pada perenang atau orang yang aktif di lingkungan lembap. Jika air terjebak terlalu lama, risiko infeksi meningkat, yang dikenal sebagai otitis eksterna—peradangan pada saluran telinga luar.

Gejala Telinga Kemasukan Air

Gejala awal biasanya ringan, tetapi perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi infeksi serius:

Gejala ringan:

  • Sensasi penuh atau tersumbat di telinga

  • Gatal di saluran telinga

  • Nyeri saat daun telinga ditarik atau saat mengunyah

  • Telinga terasa terisi cairan

  • Keluar cairan bening tanpa bau

  • Pendengaran terasa kurang jelas

Gejala infeksi parah:

  • Nyeri hebat yang menyebar ke wajah, leher, atau sisi kepala

  • Kemerahan dan pembengkakan di telinga luar

  • Penyumbatan saluran telinga seluruhnya

  • Demam

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

Penyebab Telinga Kemasukan Air

Beberapa faktor umum yang menyebabkan air masuk ke telinga antara lain:

  • Berenang atau menyelam

  • Mandi atau keramas

  • Lingkungan lembap

  • Penggunaan cotton bud yang mendorong kotoran lebih dalam

Cara Aman Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah:

  1. Lap telinga dengan kain
    Gunakan kain atau handuk halus untuk mengelap telinga luar secara perlahan. Jangan mendorong kain ke dalam saluran telinga karena justru mendorong air lebih jauh.

  2. Miringkan kepala ke samping atau berbaring miring
    Posisi ini memanfaatkan gravitasi untuk memudahkan air keluar dari saluran telinga.

  3. Menguap atau mengunyah
    Gerakan ini membantu membuka saluran eustachius, bagian telinga dalam yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan, sehingga air lebih mudah keluar.

  4. Manuver Valsava
    Tutup mulut, jepit hidung, dan hembuskan napas perlahan. Lakukan dengan lembut untuk membuka saluran eustachius tanpa merusak gendang telinga.

  5. Tetes telinga alkohol dan cuka
    Campurkan alkohol gosok dan cuka putih dengan perbandingan 1:1. Teteskan beberapa tetes, diamkan 30 detik, lalu miringkan kepala ke sisi berlawanan. Alkohol membantu mengeringkan air, sementara cuka mencegah pertumbuhan bakteri.

  6. Pengering rambut
    Nyalakan pengering pada suhu rendah, arahkan dari jarak sekitar 30 cm, dan gerakkan maju mundur untuk membantu menguapkan air di dalam telinga.

Penanganan oleh Dokter

Jika muncul gejala infeksi, segera periksakan ke dokter spesialis THT. Dokter akan:

  • Membersihkan saluran telinga

  • Memberikan obat untuk mengatasi infeksi dan pembengkakan

  • Menyarankan larangan berenang atau terkena air selama 7–10 hari

Risiko Jika Tidak Ditangani

Telinga kemasukan air yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan:

  • Kehilangan pendengaran sementara atau berkepanjangan

  • Infeksi tulang (osteomielitis)

  • Infeksi kulit di sekitar telinga (selulitis)

  • Peradangan gendang telinga (miringitis)

Tips Pencegahan Telinga Kemasukan Air

Beberapa langkah sederhana untuk mencegah telinga kemasukan air:

  • Gunakan penutup telinga saat berenang

  • Hindari memasukkan benda ke dalam telinga

  • Keringkan telinga setelah berenang atau mandi

  • Jaga kebersihan saluran telinga

Kesimpulan

Air di telinga biasanya bisa keluar sendiri, tetapi langkah sederhana seperti miringkan kepala, mengunyah, atau menggunakan tetes telinga dapat mempercepat proses. Penanganan tepat tidak hanya membantu mengeluarkan air, tetapi juga mencegah infeksi serius dan menjaga kesehatan telinga.

Baca Juga: Benarkah Memasukkan Sesuatu ke Telinga Bisa Membatalkan Puasa? Ini Faktanya

Baca Juga: Bagaimana Proses Kerja Telinga dalam Menangkap Suara? Ini Penjelasan Lengkapnya

FAQ

1. Bagaimana cara cepat mengeluarkan air dari telinga setelah berenang?
Untuk mengeluarkan air dari telinga, cobalah miringkan kepala ke samping dan goyangkan daun telinga perlahan. Mengunyah atau menguap juga membantu membuka saluran eustachius sehingga air lebih mudah keluar. Penggunaan tetes telinga alkohol dan cuka dapat mempercepat pengeringan serta mencegah infeksi bakteri.

2. Apa yang harus dilakukan jika telinga terasa tersumbat karena air?
Jika telinga terasa tersumbat, miringkan kepala ke sisi telinga yang bermasalah dan lakukan manuver Valsava dengan menutup mulut dan menekan hidung sambil menghembuskan napas perlahan. Cara ini membantu menyeimbangkan tekanan dan mendorong air keluar dari saluran telinga tengah.

3. Bisakah telinga kemasukan air menyebabkan infeksi?
Ya, air yang terjebak terlalu lama bisa memicu infeksi pada saluran telinga luar, dikenal sebagai otitis eksterna. Gejala infeksi meliputi kemerahan, pembengkakan, nyeri, dan kadang keluar cairan. Penanganan cepat penting agar infeksi tidak menyebar ke tulang atau jaringan sekitarnya.

4. Apakah boleh menggunakan cotton bud untuk mengeluarkan air dari telinga?
Tidak disarankan menggunakan cotton bud karena justru bisa mendorong air dan kotoran lebih dalam ke saluran telinga. Cara aman adalah dengan mengelap telinga luar, miringkan kepala, atau menggunakan tetes telinga alkohol-cuka untuk membantu mengeringkan air.

5. Berapa lama air biasanya keluar sendiri dari telinga?
Pada sebagian orang, air di telinga bisa keluar sendiri dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Namun, jika air terjebak lebih lama atau disertai nyeri dan pembengkakan, sebaiknya lakukan langkah-langkah seperti miringkan kepala, mengunyah, atau menggunakan tetes telinga, atau konsultasikan ke dokter THT.

6. Bagaimana cara mencegah telinga kemasukan air saat berenang?
Gunakan penutup telinga atau earplug saat berenang, hindari masuknya air secara berlebihan, dan keringkan telinga segera setelah berenang. Menjaga kebersihan saluran telinga juga mengurangi risiko air terperangkap di belakang kotoran telinga.

7. Kapan harus pergi ke dokter THT karena telinga kemasukan air?
Segera periksa ke dokter jika muncul gejala seperti nyeri hebat, kemerahan, demam, pembengkakan kelenjar leher, atau keluarnya cairan bernanah. Dokter akan membersihkan saluran telinga dan meresepkan obat agar infeksi tidak berkembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.