Akurat
Pemprov Sumsel

Kenapa Overthinking Bisa Terjadi Terus-Menerus? Ini Penyebab dan Cara Memahaminya

Redaksi Akurat | 7 April 2026, 20:56 WIB
Kenapa Overthinking Bisa Terjadi Terus-Menerus? Ini Penyebab dan Cara Memahaminya
Overthinking

AKURAT.CO Pernah merasa pikiran terus berputar tanpa henti, bahkan untuk hal-hal kecil? Satu masalah bisa berkembang menjadi berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Inilah yang sering disebut sebagai overthinking.

Banyak orang mengalaminya, tetapi tidak sedikit yang bertanya: kenapa overthinking bisa terjadi terus-menerus? Apakah ini hanya kebiasaan, atau ada faktor lain yang lebih dalam?

Memahami penyebab overthinking adalah langkah awal untuk mengendalikannya.

Baca Juga: Overthinking Lagi? Ini 5 Teknik Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur

Apa Itu Overthinking?

Overthinking adalah kondisi ketika seseorang berpikir secara berlebihan terhadap suatu hal, sering kali disertai kekhawatiran atau skenario negatif.

Alih-alih membantu menyelesaikan masalah, overthinking justru membuat pikiran menjadi lelah dan sulit fokus.

Dalam banyak kasus, seseorang sadar bahwa pikirannya berlebihan, tetapi tetap sulit untuk menghentikannya.

Penyebab Overthinking Terjadi Terus-Menerus

Kebiasaan Berpikir Negatif

Salah satu penyebab utama overthinking adalah pola pikir yang cenderung negatif. Ketika seseorang terbiasa memikirkan kemungkinan terburuk, otak akan terus mengulang pola tersebut. Akibatnya, hal kecil pun bisa terasa besar dan mengkhawatirkan.

Rasa Takut Akan Ketidakpastian

Ketidakpastian sering memicu overthinking. Ketika seseorang tidak memiliki jawaban pasti, pikiran akan mencoba “mengisi kekosongan” dengan berbagai kemungkinan. Masalahnya, kemungkinan yang muncul sering kali justru skenario buruk yang belum tentu terjadi.

Pengalaman Masa Lalu

Pengalaman negatif di masa lalu juga bisa memengaruhi cara berpikir. Seseorang yang pernah gagal atau terluka cenderung lebih waspada, bahkan berlebihan. Hal ini membuat pikiran terus mengulang kejadian lama sebagai bentuk “perlindungan diri."

Kurangnya Kontrol Emosi

Ketika emosi tidak terkelola dengan baik, pikiran menjadi lebih mudah dipenuhi oleh kecemasan. Perasaan seperti takut, cemas, atau tidak percaya diri dapat memperkuat overthinking dan membuatnya terjadi berulang kali.

Mengapa Overthinking Sulit Dihentikan?

Overthinking sering kali terasa seperti lingkaran yang tidak ada ujungnya. Semakin dipikirkan, semakin sulit untuk berhenti. Hal ini terjadi karena otak menganggap berpikir sebagai cara untuk “menyelesaikan masalah,” padahal yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa disadari, overthinking menjadi kebiasaan yang terus berulang.

Dampak Overthinking pada Kehidupan Sehari-hari

Jika terjadi terus-menerus, overthinking dapat berdampak pada:

  • sulit tidur

  • sulit fokus

  • kelelahan mental

  • menurunnya produktivitas

Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.

Overthinking terjadi bukan tanpa alasan.

Pola pikir, pengalaman, dan emosi memiliki peran besar dalam membuatnya terus berulang.

Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa mulai mengambil langkah untuk mengurangi dan mengelola overthinking dengan lebih baik.

Fherenilla Anandianus (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R