Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Berhenti Memikirkan Hal yang Belum Terjadi: Mengatasi Overthinking di Tengah Ketidakpastian Hidup

Redaksi Akurat | 8 April 2026, 15:11 WIB
Cara Berhenti Memikirkan Hal yang Belum Terjadi: Mengatasi Overthinking di Tengah Ketidakpastian Hidup
Cara Berhenti Memikirkan Hal yang Belum Terjadi: Mengatasi Overthinking di Tengah Ketidakpastian Hidup

AKURAT.CO Di tengah kehidupan yang serba tidak pasti, banyak orang diam-diam terjebak dalam satu kebiasaan yang menguras energi: memikirkan hal-hal yang bahkan belum terjadi.

Kekhawatiran tentang masa depan, kemungkinan terburuk, hingga skenario yang belum tentu nyata sering kali memenuhi pikiran tanpa henti.

Fenomena ini dikenal sebagai overthinking, dan kini semakin umum dialami, terutama di kalangan generasi muda yang hidup di bawah tekanan ekspektasi dan ketidakpastian.

Pertanyaannya, bagaimana cara berhenti memikirkan hal yang belum terjadi sebelum pikiran itu justru mengendalikan hidup kita?

Baca Juga: Kenapa Overthinking Bisa Terjadi Terus-Menerus? Ini Penyebab dan Cara Memahaminya

Apa Itu Overthinking dan Mengapa Terjadi?

Overthinking adalah kondisi ketika seseorang terus-menerus memikirkan sesuatu secara berlebihan, sering kali tanpa menghasilkan solusi.

Pikiran berputar di tempat yang sama, memunculkan kekhawatiran yang belum tentu akan terjadi. Kondisi ini biasanya muncul karena beberapa hal:

  • Ketakutan terhadap masa depan yang belum pasti 

  • Pengalaman buruk di masa lalu yang belum selesai 

  • Kebiasaan ingin mengontrol segala hal 

  • Kurangnya rasa aman dalam diri sendiri 

Dalam banyak kasus, overthinking bukan tentang realitas, melainkan tentang kemungkinan dan sayangnya, sering kali yang dibayangkan adalah kemungkinan terburuk.

Siapa yang Rentan Mengalami Overthinking?

Siapa pun bisa mengalami overthinking. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh:

  • Mahasiswa yang sedang menghadapi masa depan karier 

  • Pekerja dengan tekanan target dan performa 

  • Individu yang perfeksionis 

  • Mereka yang sedang berada dalam fase perubahan hidup 

Overthinking tidak mengenal usia atau latar belakang. Ia bisa muncul kapan saja, terutama ketika seseorang merasa tidak memiliki kendali.

Baca Juga: Bolehkah Muslim Overthinking? Begini Jawabannya Menurut Al-Quran

Kapan Overthinking Menjadi Masalah Serius?

Memikirkan sesuatu sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, overthinking menjadi masalah ketika:

  • Mengganggu tidur 

  • Membuat sulit fokus 

  • Menurunkan produktivitas 

  • Menimbulkan kecemasan berlebihan 

Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa berkembang menjadi stres kronis bahkan gangguan kecemasan.

Bagaimana Cara Berhenti Memikirkan Hal yang Belum Terjadi?

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan overthinking secara perlahan dan realistis:

Sadari Bahwa Tidak Semua Pikiran Itu Fakta

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah menyadari bahwa pikiran bukanlah kenyataan. Apa yang muncul di kepala belum tentu akan terjadi.

Fokus pada Apa yang Bisa Dikendalikan

Salah satu penyebab utama overthinking adalah mencoba mengontrol hal yang sebenarnya berada di luar kendali.

Batasi Waktu untuk “Berpikir”

Alih-alih melarang diri untuk berpikir, cobalah memberi batas waktu. Teknik ini membantu otak untuk tidak terus-menerus terjebak dalam pikiran yang sama.

Alihkan Energi ke Aktivitas Nyata

Pikiran yang terlalu penuh sering kali butuh “jalan keluar”. Salah satu cara paling efektif adalah mengalihkannya ke aktivitas fisik atau produktif. Aktivitas nyata membantu menarik pikiran kembali ke masa sekarang.

Latih Mindfulness

Overthinking selalu berkaitan dengan masa lalu atau masa depan. Jarang sekali terjadi di momen sekarang. Mindfulness adalah latihan untuk menyadari apa yang sedang terjadi saat ini, tanpa menghakimi.

Berdamai dengan Ketidakpastian

Tidak semua hal dalam hidup bisa dipastikan. Semakin kamu mencoba mengontrol semuanya, semakin besar kemungkinan kamu merasa cemas.

Bicarakan dengan Orang yang Tepat

Kadang, pikiran terasa lebih berat karena dipendam sendiri. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya bisa membantu melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Jika diperlukan, berbicara dengan profesional juga bisa menjadi langkah yang tepat.

Mengapa Penting Menghentikan Kebiasaan Ini?

Membiarkan diri terus memikirkan hal yang belum terjadi sama saja dengan menghabiskan energi untuk sesuatu yang belum tentu nyata. Padahal, energi tersebut bisa digunakan untuk hal-hal berikut ini:

  • Mengembangkan diri 

  • Menikmati hidup saat ini 

  • Membangun hal-hal yang benar-benar bisa diwujudkan 

Hidup tidak terjadi di masa depan, tetapi di hari ini. Berhenti memikirkan hal yang belum terjadi bukan berarti berhenti peduli pada masa depan.

Justru sebaliknya, ini adalah cara untuk menjaga diri tetap waras dalam menghadapi ketidakpastian.

Overthinking tidak bisa hilang dalam satu malam. Namun, dengan kesadaran, latihan, dan langkah kecil yang konsisten, pikiran bisa kembali lebih tenang dan terarah.

Simpulnya, bukan tentang seberapa banyak yang kita pikirkan, tetapi seberapa bijak kita memilih mana yang layak dipikirkan.

Mutiara MY (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R