Akurat
Pemprov Sumsel

Penyebab Cepat Berkeringat Meski Tidak Banyak Bergerak dan Cara Mengatasinya

Redaksi Akurat | 9 April 2026, 19:57 WIB
Penyebab Cepat Berkeringat Meski Tidak Banyak Bergerak dan Cara Mengatasinya
Penyebab Cepat Berkeringat Meski Tidak Banyak Bergerak dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Berkeringat adalah respons alami tubuh untuk mengatur suhu tubuh, terutama saat panas atau setelah aktivitas fisik. Namun terkadang orang merasa mudah berkeringat meski tidak banyak bergerak atau sedang istirahat.

Kondisi ini bisa membuat tidak nyaman dan menimbulkan rasa kurang percaya diri, terutama saat di tempat umum.

Baca Juga: Tangan Selalu Berkeringat, Bahaya Atau Tidak?

Apa Itu Berkeringat?

Keringat adalah cairan yang diproduksi kelenjar keringat di kulit. Fungsi utamanya untuk menurunkan suhu tubuh ketika tubuh mulai panas.

Namun tidak semua keringat muncul karena aktivitas fisik, ada beberapa penyebab lain yang bisa memicu produksi keringat lebih banyak.

Penyebab Mudah Berkeringat Meski Tidak Bergerak

1. Suhu atau Lingkungan yang Panas dan Lembap

Salah satu alasan paling umum seseorang berkeringat meski tidak bergerak banyak adalah lingkungan yang panas atau lembap. Ketika suhu di sekitar naik, tubuh otomatis bekerja lebih keras untuk menurunkan panas melalui keringat.

Contohnya:

  • Ruangan tanpa AC

  • Udara luar yang sangat panas

  • Berada di bawah sinar matahari

Kondisi ini membuat tubuh bereaksi dengan berkeringat untuk mendinginkan dirinya.

2. Faktor Emosi dan Stres

Selain kondisi fisik, emosi kuat seperti kecemasan, stres, atau gugup dapat memicu keringat, bahkan saat kamu duduk santai.

Reaksi ini sering terjadi di situasi yang memicu ketegangan, seperti saat berbicara di depan umum, wawancara kerja, atau momen menegangkan lainnya.

Itulah sebabnya beberapa orang tetap berkeringat meski secara fisik mereka tidak melakukan banyak aktivitas.

3. Gen dan Pola Keringat Individu

Setiap orang memiliki jumlah kelenjar keringat yang berbeda. Ada yang cenderung berkeringat lebih banyak karena genetika atau kondisi tubuhnya.

Tidak selalu berarti sesuatu yang serius, tetapi ini bisa membuat kamu merasa lebih mudah berkeringat dibanding orang lain.

4. Kelebihan Berat Badan

Orang dengan berat badan berlebih cenderung mudah berkeringat karena tubuh bekerja lebih keras untuk menjalankan fungsi dasar seperti bergerak, bernapas, dan menjaga suhu tubuh.

Semakin tubuh bekerja keras, semakin banyak keringat yang dihasilkan.

5. Konsumsi Kafein atau Makanan Pedas

Minuman berkafein seperti kopi atau teh dan makanan pedas bisa memicu kelenjar keringat lebih aktif. Zat-zat ini mempercepat metabolisme tubuh sehingga menghasilkan panas internal dan memicu keringat.

6. Hiperhidrosis (Keringat Berlebihan)

Beberapa orang mengalami kondisi yang disebut hiperhidrosis, yaitu produksi keringat yang berlebihan tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini bisa muncul pada tangan, kaki, wajah, ketiak, atau seluruh tubuh, dan sering kali terjadi tanpa pemicu nyata.

Gejala hiperhidrosis antara lain:

  • Berkeringat meski suhu ruangan normal

  • Tidak berkaitan dengan aktivitas fisik

  • Keringat berlebihan di area tertentu

Jika berkeringat sangat berlebihan sampai mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

7. Efek Samping Obat atau Kondisi Medis

Beberapa obat atau kondisi medis juga bisa memicu keringat berlebihan, seperti:

  • Obat penurun tekanan darah

  • Obat antidepresan

  • Gangguan hormon (mis. tiroid)

  • Diabetes

  • Infeksi

Jika keringat berlebih muncul bersamaan dengan gejala lain seperti detak jantung cepat, penurunan berat badan, atau demam, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis.

Baca Juga: Greysia/Apriyani Lolos ke Putaran Kedua Tanpa Berkeringat

Cara Mengatasi Cepat Berkeringat Meski Tidak Bergerak Banyak

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa membantu mengurangi keringat berlebih:

1. Jaga Suhu Lingkungan

Pastikan ruangan cukup sejuk dengan kipas angin atau AC, terutama di cuaca panas.

2. Pilih Pakaian yang Nyaman

Gunakan bahan pakaian yang menyerap keringat, seperti katun atau bahan yang ringan.

3. Kurangi Asupan Kafein dan Makanan Pedas

Jika kamu mudah berkeringat, batasi konsumsi kopi, teh berkafein, atau makanan sangat pedas yang bisa memicu keringat.

4. Atur Pola Hidup dan Berat Badan

Berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan ideal dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien dan mengurangi produksi keringat berlebihan.

5. Perhatikan Emosi dan Stres

Teknik relaksasi seperti meditasi, bernapas dalam, atau yoga bisa membantu menenangkan tubuh dan mengurangi kecemasan yang memicu keringat.

6. Gunakan Deodoran atau Antiperspiran

Produk antiperspiran membantu menutup kelenjar keringat sementara sehingga produksi keringat berkurang di area yang diaplikasikan.

Jika keringat berlebih sangat mengganggu atau muncul tanpa pemicu jelas, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Amalia Febriyani (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R