Akurat Logo

RSCM Gandeng SCL Group, Hadirkan Teknologi Deteksi Dini Kanker Berbasis Darah

Ayu Rachmaningtyas | 27 April 2026, 22:49 WIB
RSCM Gandeng SCL Group, Hadirkan Teknologi Deteksi Dini Kanker Berbasis Darah
RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo memperkuat layanan diagnostik modern dengan menjalin kerja sama bersama SCL Group melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Senin (27/4/2026).

AKURAT.CO RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo memperkuat layanan diagnostik modern dengan menjalin kerja sama bersama SCL Group melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Senin (27/4/2026).

Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan pemeriksaan diagnostik lanjutan, pertukaran ilmu dan teknologi medis, hingga pelaksanaan riset bersama guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmoredjo, mengatakan kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pendekatan kedokteran preventif.

“Kolaborasi ini kami fokuskan pada deteksi dini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, RSCM dan SCL Group turut memperkenalkan inovasi deteksi dini kanker berbasis teknologi biopsi cair (liquid biopsy) bernama Cancer Find.

Teknologi ini memungkinkan identifikasi potensi kanker hanya melalui sampel darah, bahkan sebelum gejala klinis muncul.

Metode tersebut dikembangkan untuk mendeteksi sedikitnya 12 jenis kanker, termasuk kanker paru, payudara, kolorektal, hati, pankreas, lambung, hingga ovarium.

Supriyanto menegaskan bahwa biopsi cair bukan menggantikan metode yang sudah ada, melainkan melengkapi pemeriksaan konvensional seperti tumor marker.

“Selama ini kita sudah mengenal pemeriksaan tumor marker dari darah. Nah, biopsi cair ini melengkapi dengan melihat langsung dari sisi sel kankernya,” jelasnya.

Ia menambahkan, teknologi ini akan difokuskan pada kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker atau kondisi tertentu.

Baca Juga: Gangguan Perjalanan di Bekasi Timur, KAI Masih Evakuasi Korban Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL

“Screening ini saling melengkapi. Orang-orang dengan faktor risiko menjadi sasaran utama deteksi dini,” katanya.

Supriyanto juga menyebut kerja sama ini sebagai kolaborasi perdana RSCM dengan institusi kesehatan Korea Selatan di bidang diagnostik medis.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam transfer teknologi medis berstandar internasional ke Indonesia.

Sementara itu, mantan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, Kwon Deok-cheol, menekankan pentingnya deteksi dini dalam menekan angka kanker.

“Kami memandang deteksi dini dan perawatan cepat sangat penting. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu masyarakat Indonesia agar tidak takut melakukan pemeriksaan kanker,” ujarnya.

Menurutnya, sistem penanggulangan kanker yang terorganisir di Korea Selatan terbukti mampu menekan kasus kanker stadium lanjut.

Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat layanan kanker di Indonesia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap deteksi dan penanganan sejak tahap awal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.