Mengapa Stres Kronis Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik dan Gejala Diabetes Memburuk?

AKURAT.CO Stres merupakan bagian alami dari kehidupan yang dialami setiap orang dan tak bisa dihindari. Namun, ketika stres terjadi secara terus-menerus atau dalam jangka panjang (stres kronis), dampaknya terhadap kesehatan bisa lebih serius, terutama bagi penderita diabetes.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi emosional seperti stres memiliki hubungan erat dengan kadar gula darah dan dapat memperburuk gejala diabetes.
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh secara alami akan melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini berfungsi untuk membantu tubuh menghadapi situasi darurat atau bahaya. Namun, pada penderita diabetes, peningkatan hormon stres dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Hal ini terjadi karena kortisol memicu hati melepaskan glukosa lebih banyak ke aliran darah agar tubuh memiliki energi tambahan. Sayangnya, tubuh penderita diabetes sering kali tidak dapat memproses glukosa dengan baik akibat resistensi insulin atau kurangnya produksi insulin, sehingga kadar gula darah menjadi tidak terkendali.
Dampak Stres Kronis terhadap Gejala Diabetes
Stres kronis tidak hanya memengaruhi emosi, tetapi juga dapat memperburuk kondisi diabetes melalui berbagai mekanisme dalam tubuh. Berikut beberapa dampaknya terhadap gejala diabetes:
1. Meningkatkan Resistensi Insulin
Saat stres berlangsung lama, hormon kortisol yang terus meningkat dapat membuat sel tubuh menjadi lebih resisten terhadap insulin. Akibatnya, gula darah lebih sulit masuk ke dalam sel dan menumpuk di aliran darah. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab mengapa stres bisa memperburuk kontrol gula darah pada penderita diabetes.
2. Mengganggu Fungsi Pankreas
Stres yang berkepanjangan juga dapat mengganggu fungsi sel beta pankreas, yaitu sel yang bertugas memproduksi insulin. Bila fungsi sel beta menurun, produksi insulin ikut berkurang sehingga kadar gula darah cenderung meningkat.
3. Meningkatkan Risiko Perilaku Tidak Sehat
Stres kronis sering kali membuat seseorang mencari pelarian melalui kebiasaan tidak sehat, seperti makan berlebihan, mengonsumsi makanan tinggi gula, kurang tidur, atau jarang berolahraga. Padahal, semua hal tersebut dapat memperburuk kondisi diabetes.
Stres sering kali membuat pola makan seseorang menjadi tidak teratur dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori.
Cara Mengelola Stres agar Tidak Memperburuk Gejala Diabetes
Mengelola stres adalah langkah penting untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Kenali dan Kendalikan Pemicu Stres
Sadari hal-hal yang bisa membuat stres, baik dari pekerjaan, hubungan sosial, maupun kondisi kesehatan. Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.
2. Lakukan Aktivitas Relaksasi
Meditasi, yoga, dan latihan pernapasan terbukti membantu menurunkan kadar kortisol. Lakukan secara rutin selama 10-15 menit setiap hari untuk membantu tubuh lebih tenang dan rileks.
3. Tidur yang Cukup dan Berkualitas
Tidur malam yang cukup (sekitar 7-8 jam) sangat penting karena kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres dan memperburuk resistensi insulin. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur agar kualitas tidur lebih baik.
4. Jaga Pola Makan Seimbang
Hindari makan berlebihan atau mengonsumsi makanan tinggi gula, kafein, dan alkohol. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti sayur, buah segar, dan biji-bijian utuh untuk menjaga kadar gula tetap stabil.
5. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat menurunkan kadar gula darah sekaligus membantu tubuh memproduksi hormon endorfin yang membuat perasaan lebih bahagia.
6. Cari Dukungan Sosial
Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau bergabung dalam komunitas penderita diabetes dapat membantu mengurangi beban emosional. Jika stres terasa berat, konsultasikan dengan psikolog atau konselor.
Stres kronis bukan sekadar masalah emosional, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi fisik, terutama bagi penderita diabetes. Hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dapat meningkatkan kadar gula darah, mengganggu kerja insulin, serta memperburuk gejala dan komplikasi diabetes.
Karena itu, pengelolaan diabetes tidak hanya fokus pada obat dan pola makan, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental.
Dengan menjaga ketenangan pikiran dan menerapkan gaya hidup sehat, penderita diabetes dapat mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Laporan: Vania Tri Yuniar/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







