Tanda-tanda Seseorang Sudah Kecanduan Gula, Waspadai Sebelum Terlambat

AKURAT.CO Gula memang manis, tapi efeknya bisa jadi pahit kalau dikonsumsi berlebihan.
Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sebenarnya sudah kecanduan gula, karena gejalanya sering dianggap sepele.
Padahal, kecanduan gula bisa berdampak pada energi, suasana hati, bahkan kesehatan jangka panjang. Yuk, kenali tanda-tanda seseorang sudah kecanduan gula agar bisa mulai mengontrol asupan gula sejak awal.
Baca Juga: Mengapa Kurang Tidur Dapat Meningkatkan Risiko Kenaikan Kadar Gula Darah?
Kenapa Gula Bisa Buat Kecanduan?
Dilansir dari laman Diamond Rehab Thailand, gula memiliki efek kuat pada sistem penghargaan di otak, mirip seperti zat adiktif lainnya.
Saat mengonsumsi makanan manis, otak melepaskan dopamin zat kimia yang menimbulkan rasa senang dan puas.
Namun, jika terlalu sering mengonsumsi gula, otak jadi terbiasa dengan sensasi itu dan menurunkan sensitivitas reseptornya.
Akibatnya, dibutuhkan lebih banyak gula untuk merasakan kenikmatan yang sama seperti sebelumnya.
Tanda-tanda Kecanduan Gula
Sering Mengidam Makanan atau Minuman Manis
Sama seperti hal-hal lain yang bisa bikin kecanduan, lama-kelamaan tubuh kita bisa terbiasa dengan rasa manis. Akibatnya, kita sering menginginkan makanan atau minuman manis secara berlebihan.
Berpikir untuk Menggunakan Gula untuk Menaikan Mood
Kalau sering mencari makanan manis buat nenangin diri setelah stres atau kecewa, itu bisa jadi tanda kecanduan gula. Menurut ahli, kebiasaan menjadikan gula sebagai pelarian dari stres, bosan, atau cemas termasuk gejala psikologis kecanduan. Padahal, penelitian menunjukkan makanan manis sebenarnya nggak benar-benar bikin mood jadi lebih baik.
Setelah Makan Malah Merasa Lelah atau Kembung
Kalau sering merasa ngantuk atau perut terasa penuh setelah makan, bisa jadi tubuh sedang bereaksi terhadap asupan gula berlebih. Kondisi ini terjadi karena lonjakan gula darah membuat energi naik cepat, lalu turun drastis sesaat setelahnya.
Sering Merasa Lapar
Rasa lapar yang muncul lebih sering bisa jadi efek dari kebanyakan makan manis. Makanan tinggi gula memang bikin cepat kenyang, tapi tidak mengandung nutrisi penting seperti protein atau serat. Akibatnya, tubuh cepat memproses gula dan membuah cepat lapar lagi.
Mood Mudah Berubah
Mood yang mudah berubah juga bisa jadi sinyal tubuh terlalu bergantung pada gula. Asupan manis dapat memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur perasaan bahagia dan tenang.
Menurunkan Fungsi Otak
Konsumsi gula berlebihan bisa memengaruhi fungsi otak dan menurunkan kejernihan berpikir. Jika mulai sering sulit konsentrasi, mudah bingung, atau pelupa, bisa jadi itu sinyal tubuh sudah kebanyakan gula dan butuh dikontrol.
Perubahan Pigmentasi Kulit
Kadar gula darah yang tinggi dapat memicu munculnya area kulit yang tampak lebih gelap, terutama di bagian lipatan seperti leher, ketiak, atau sendi jari.
Gangguan Penglihatan
Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat mengubah keseimbangan cairan di mata, sehingga penglihatan menjadi buram. Jika berlangsung lama tanpa penanganan, kondisi ini bisa merusak pembuluh darah retina dan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
Mulut Kering
Kelebihan gula dapat menurunkan produksi air liur, membuat mulut terasa kering dan tidak nyaman. Kondisi ini juga dapat memicu pertumbuhan bakteri atau jamur di rongga mulut.
Jerawat yang Semakin Parah
Konsumsi gula berlebihan dapat memicu lonjakan insulin yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Dampaknya, produksi minyak meningkat, kolagen berkurang, dan jerawat pun makin sulit hilang.
Baca Juga: Hati-hati, Kecanduan Gula Bisa Menyebabkan Depresi
Apa Dampaknya?
Terlalu sering mengonsumsi gula bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti:
Berat badan mudah naik
Gigi cepat rusak
Terjadi peradangan dalam tubuh
Tubuh mulai kebal terhadap insulin hingga berisiko diabetes tipe 2
Gangguan pada jantung
Suasana hati mudah drop atau depresi
Cara Mengatasi Kecanduan Gula
Akan tetapi tidak perlu khawatir karena kecanduan gula bisa diatasi. Beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba antara lain:
Mengatur pola makan dengan memperbanyak asupan protein dan camilan sehat
Batasi konsumsi makanan dan minuman berpemanis buatan dengan selalu memeriksa label kemasan
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan berolahraga.
Mengurangi konsumsi gula sedikit demi sedikit untuk membantu tubuh menyesuaikan diri.
Mengelola stres dengan aktivitas seperti yoga atau meditasi serta menjaga kualitas tidur.
Kecanduan gula bukan sekadar soal suka makanan manis, tapi juga tentang bagaimana gula memengaruhi tubuh dan otak hingga sulit dikendalikan.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental.
Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal dan mulai menerapkan langkah-langkah sederhana seperti mengatur pola makan, aktif bergerak, serta mengelola stres, keinginan berlebih terhadap gula bisa perlahan dikendalikan.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







