Akurat Logo

Bukan Cuma Urusan Ranjang, Ini Alasan Wanita Wajib Melatih Otot Panggul Lewat V-Sport

Nuzulul Karamah | 9 Juni 2026, 23:07 WIB
Bukan Cuma Urusan Ranjang, Ini Alasan Wanita Wajib Melatih Otot Panggul Lewat V-Sport
dr. Raynald, Coach Shesha, dan dr. Peny saat memberikan pemaparan terkait V-Sport di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026). Nuzulul Karamah

AKURAT.CO, Memasuki usia senja, kesehatan organ intim sering kali luput dari perhatian para wanita.

Banyak yang masih mengabaikan pentingnya menjaga kekuatan otot panggul bawah, hingga memicu berbagai gangguan kesehatan di masa tua.

Salah satu momok yang paling sering mengintai adalah inkontinensia urine alias kondisi sulit menahan buang air kecil, problem yang juga akrab dialami oleh komedian senior, Nunung.

​Menjawab keresahan tersebut, hadirlah V-Sport sebagai salah satu opsi latihan penyelemat.

Baca Juga: Akhirnya Bisa Tidur di Ekonomi!” Maskapai Ini Hadirkan Ranjang Susun di Pesawat, Tapi Ada Aturannya

Shesha, seorang instruktur V-Sport di New Look by Dr. Song Hyungmin, Jakarta Selatan, membeberkan bahwa manfaat olahraga ini jauh lebih luas dari sekadar urusan ranjang.

​"Fungsi V-Sport tidak cuma untuk keharmonisan rumah tangga, tapi untuk menghindari incontinence urine yang sering terjadi pada usia lanjut, seperti sering beser. Contoh paling gampangnya Nunung, kalau ketawa ngompol," ujar Shesha saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

​Efek domino dari lemahnya otot panggul rupanya tidak main-main. Selain bikin tersiksa karena bolak-balik beser, ada risiko yang jauh lebih fatal di usia lansia, yaitu turunnya rahim atau dalam istilah medis disebut prolaps uteri.

​"Kalau sering melahirkan, usia tuanya takutnya bisa mengalami prolaps uteri atau rahimnya turun karena otot panggulnya lemah banget. Nah, itu yang harus kita hindari dengan olahraga panggul," tambah Shesha mengingatkan.

​Masalah otot panggul ini nyatanya bisa menjadi bumerang yang meruntuhkan rasa percaya diri.

Shesha menceritakan pengalaman pahit salah satu kliennya berkepala lima yang terpaksa menanggung malu di tempat kerja.

Mirisnya, keluhan ini tak cuma datang dari para lansia, tapi juga mulai menjangkiti perempuan muda.

​"Saya ada klien pada saat dia mau meeting, dia tahan pipis, akhirnya dia ngompol di celana. Dan yang ngeluh ke saya itu rata-rata ibu-ibu usia 50-an, tapi ada juga yang masih muda umur 20-an atau 30-an," jelasnya.

​Kondisi memprihatinkan ini turut diamini oleh Dokter Peny. Dia mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai rapor kekuatan otot vagina wanita Indonesia saat ini yang tergolong rendah, bahkan bagi mereka yang sudah berpengalaman melahirkan.

​"Kekuatan vagina itu harusnya minimal di angka 30. Tapi ada pasien saya penjepitannya hanya nggak nyampe 10, cuman 9. Itu kan miris banget ya, padahal dia sudah menikah dan sudah melahirkan," papar Dokter Peny.

​Akar masalah dari fenomena ini ternyata sederhana namun krusial, yakni minimnya edukasi.

Banyak wanita yang benar-benar buta mengenai cara mengontraksikan otot kewanitaan mereka dan tidak tahu di mana letak otot yang harus digerakkan.

​"Saya minta pasiennya untuk kontraksi atau ngejepit, tapi pasiennya nggak ngerti. 'Ngejepit di mana Dok?' Jadi saya billing, wah berarti ini perlu diajarkan ilmu bagaimana cara ngejepit yang benar," lanjut Dokter Peny.

​Padahal, lewat teknik squeezing (menjepit/meremas) yang presisi, aset berharga wanita bisa tetap terjaga posisinya dan kencang meski digerus usia.

Baca Juga: Pegang Organ Intim Wanita, Pas Ditangkap Polisi Pria Ini Bilang: Cuma Iseng, Gak Tahunya Viral di Medsos

Shesha pun mencontohkan gurunya yang tetap memiliki bentuk organ intim yang ideal di usia senja berkat konsistensi latihan ini.

​"Guru saya usianya hampir 70, dia kasih lihat ke saya 'ininya masih bagus sekali.' Kalau orang sudah usia, biasanya segitiganya cewek itu akan turun ke bawah. Dengan adanya squeezing ini, kita bisa meminimalisir itu," tutup Shesha.

​Bagi kamu yang takut dengan jarum atau pisau bedah, Dokter Peny menegaskan bahwa perawatan medis lewat V-Sport ini murni tanpa operasi.

Menariknya, proses pemulihannya (downtime) sangat singkat namun menawarkan paket lengkap bagi estetika dan kesehatan tubuh.

​"Kita itu tanpa operasi, downtime-nya pun hanya satu minggu. Sekali treatment dapat lima manfaat, yakni mengencangkan, merapatkan, meningkatkan sensasi, melembapkan, dan mencerahkan juga," pungkas Dokter Peny.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.