Akurat Logo

Mengapa Jerawat Sering Muncul di Dagu? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Redaksi Akurat | 17 Juni 2026, 07:27 WIB
Mengapa Jerawat Sering Muncul di Dagu? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling sering dialami remaja maupun orang dewasa. Foto: Ilustrasi/Pureve.co.id

AKURAT.CO Mengapa jerawat sering muncul di dagu? Ketahui berbagai penyebabnya mulai dari perubahan hormon, pola makan, stres, hingga kebiasaan sehari-hari, serta cara efektif mengatasinya.

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering dialami oleh remaja maupun orang dewasa. Namun, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, mengapa jerawat sering muncul di dagu dibandingkan area wajah lainnya.

Meski terlihat sepele, jerawat di dagu ternyata bisa menjadi tanda adanya faktor tertentu yang sedang terjadi di dalam tubuh maupun akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang disadari.

Pada dasarnya, jerawat di dagu dan rahang terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, kotoran, serta bakteri. Penyumbatan tersebut kemudian memicu peradangan yang menyebabkan munculnya benjolan merah, komedo, hingga jerawat bernanah.

Meski proses terjadinya sama seperti jerawat pada umumnya, area dagu sering dikaitkan dengan faktor hormonal dan gaya hidup tertentu yang dapat meningkatkan risiko kemunculannya.

Perubahan Hormon Menjadi Penyebab Utama

Salah satu alasan utama mengapa jerawat sering muncul di dagu adalah perubahan hormon. Kondisi ini sering terjadi pada perempuan menjelang menstruasi, saat kehamilan, memasuki masa menopause, atau ketika menggunakan kontrasepsi hormonal tertentu.

Peningkatan hormon androgen dapat merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum dalam jumlah lebih banyak. Ketika produksi minyak berlebihan bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori menjadi tersumbat dan memicu munculnya jerawat.

Inilah alasan mengapa banyak orang mengalami jerawat yang muncul berulang di area dagu dan rahang pada waktu-waktu tertentu. Jerawat hormonal biasanya cenderung lebih dalam, terasa nyeri saat disentuh, dan sering muncul pada lokasi yang sama.

Pola Makan Dapat Memengaruhi Kondisi Kulit

Meski hubungan antara makanan dan jerawat masih terus diteliti, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit.

Konsumsi makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, serta produk susu tertentu diduga dapat memicu peningkatan hormon yang berhubungan dengan produksi minyak di kulit.

Selain itu, kesehatan usus juga kini semakin sering dikaitkan dengan kondisi kulit. Ketika sistem pencernaan tidak bekerja optimal, peradangan dalam tubuh dapat meningkat dan berdampak pada munculnya jerawat.

Mengurangi konsumsi makanan manis berlebihan, minuman tinggi gula, roti putih, makanan cepat saji, serta memperbanyak makanan segar dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam.

Stres Berlebihan Memicu Produksi Minyak Berlebih

Faktor lain yang menjawab pertanyaan mengapa jerawat sering muncul di dagu adalah stres. Saat seseorang mengalami tekanan emosional atau stres berkepanjangan, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol.

Peningkatan hormon stres tersebut dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat pun muncul lebih sering.

Tak hanya itu, stres juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu kebiasaan buruk seperti menyentuh wajah atau mengonsumsi makanan tidak sehat yang semakin memperparah kondisi kulit.

Karena itu, menjaga kesehatan mental melalui olahraga, meditasi, tidur yang cukup, atau melakukan aktivitas yang disukai juga dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat.

Kebersihan Kulit yang Kurang Terjaga

Kulit wajah setiap hari terpapar debu, polusi, keringat, dan berbagai kotoran dari lingkungan sekitar. Jika wajah tidak dibersihkan dengan baik, penumpukan kotoran tersebut dapat menyumbat pori-pori dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab jerawat.

Membersihkan wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang sesuai jenis kulit menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit. Terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan atau menggunakan makeup setiap hari.

Namun perlu diingat, membersihkan wajah terlalu sering juga tidak disarankan karena dapat menghilangkan minyak alami kulit dan justru memicu produksi minyak berlebih.

Kebiasaan Menyentuh Dagu Tanpa Disadari

Banyak orang memiliki kebiasaan menopang dagu saat bekerja, belajar, atau sedang berpikir. Kebiasaan sederhana ini ternyata dapat menjadi salah satu penyebab jerawat yang sering luput diperhatikan.

Tangan yang menyentuh berbagai benda sepanjang hari membawa bakteri, debu, dan minyak yang kemudian berpindah ke kulit wajah. Jika dilakukan berulang kali, risiko iritasi dan peradangan pada kulit dapat meningkat sehingga jerawat lebih mudah muncul.

Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah jerawat.

Makanan yang Baik untuk Membantu Mencegah Jerawat

Selain perawatan dari luar, menjaga pola makan sehat juga penting untuk membantu mengurangi risiko munculnya jerawat di dagu.

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kale kaya akan vitamin serta antioksidan yang membantu melawan peradangan. Buah-buahan seperti stroberi, jeruk, pepaya, dan blueberry juga mengandung vitamin C yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.

Sementara itu, ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal memiliki efek antiinflamasi. Kacang-kacangan dan biji-bijian juga dapat menjadi sumber nutrisi yang baik untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan kulit.

Tidak kalah penting, minum air putih yang cukup setiap hari membantu menjaga hidrasi kulit dan mendukung proses regenerasi sel secara optimal.

Cara Mengatasi Jerawat di Dagu secara Efektif

Ketika jerawat mulai muncul, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menggunakan produk perawatan yang mengandung bahan aktif seperti asam salisilat, benzoil peroksida, atau retinoid sesuai kebutuhan kulit.

Asam salisilat bekerja membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, sementara benzoil peroksida membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat. Retinoid dapat membantu mempercepat regenerasi sel kulit sehingga mencegah terbentuknya sumbatan baru.

Untuk kasus jerawat yang lebih parah atau tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan. Dokter dapat memberikan terapi yang sesuai, mulai dari obat oral, terapi hormon, hingga tindakan medis seperti chemical peeling, terapi cahaya, atau laser.

Eksfoliasi secara teratur juga dapat membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Namun, proses eksfoliasi sebaiknya dilakukan secukupnya agar tidak menyebabkan iritasi yang justru memperburuk kondisi jerawat.

Banyak faktor yang dapat menjelaskan mengapa jerawat sering muncul di dagu, mulai dari perubahan hormon, pola makan, stres, kebersihan kulit yang kurang terjaga, hingga kebiasaan menyentuh wajah. Karena penyebabnya bisa berbeda pada setiap orang, penanganan jerawat juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Menjaga pola hidup sehat, membersihkan wajah dengan benar, mengelola stres, serta memperhatikan asupan makanan dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat di dagu. Jika jerawat terus berulang atau semakin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit agar mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.

Laporan: Mutiara MY/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK