Akurat Logo

Kasus Lencir dan Pentingnya Pembuktian Ilmiah Untuk Keamanan Produk

Esha Tri Wahyuni | 8 Juli 2026, 14:27 WIB
Kasus Lencir dan Pentingnya Pembuktian Ilmiah Untuk Keamanan Produk
Owner Brand Lencir, Michelle Halim

AKURAT.CO Kasus yang menyeret produk minuman detox Lencir menjadi perhatian publik karena memunculkan kembali pentingnya pembuktian ilmiah dalam setiap dugaan pelanggaran keamanan pangan maupun produk kesehatan. 

Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari regulator yang menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat antara konsumsi produk tersebut dengan meninggalnya seorang konsumen. 

Kondisi ini membuat seluruh proses pembuktian masih berada pada kewenangan instansi berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca Juga: 77% Konsumen Produk Kecantikan Pilih Keaslian dan Keamanan Produk yang Dibeli

Owner Brand Lencir, Michelle Halim memberikan penjelasan secara terbuka setelah berbagai informasi mengenai produknya berkembang luas di media sosial. Ia menegaskan perusahaan menghormati setiap perhatian masyarakat terhadap keamanan produk, namun meminta publik menunggu hasil resmi dari regulator sebelum menarik kesimpulan.

"Kami menghargai setiap perhatian masyarakat terhadap produk yang beredar. Namun kami berharap publik tidak terburu-buru menyimpulkan adanya hubungan antara produk kami dengan peristiwa tersebut sebelum ada hasil resmi dari pihak yang berwenang," kata Michelle dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Michelle menjelaskan, berdasarkan komunikasi langsung dengan keluarga almarhum, perusahaan memperoleh informasi bahwa konsumen tersebut telah lama mengidap kanker sebelum mengonsumsi produk Lencir. Selain itu, menurut informasi yang diterima perusahaan, konsumsi produk berlangsung kurang dari satu pekan.

Dirinya juga menegaskan hingga kini perusahaan belum menerima hasil pemeriksaan maupun keterangan resmi dari instansi pemerintah yang menyatakan terdapat hubungan sebab akibat antara produk Lencir dengan meninggalnya konsumen tersebut.

Kuasa Hukum Brand Lencir, Michael Sugijanto menambahkan, perusahaan tetap menghormati kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyampaian informasi kepada publik sebaiknya didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Sampai saat ini belum terdapat hasil resmi dari instansi yang berwenang yang menyatakan adanya hubungan sebab akibat antara produk dengan meninggalnya almarhum. Kami mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

Secara regulasi, pengawasan keamanan pangan olahan dan produk yang memiliki izin edar berada di bawah kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan. 

Dalam setiap dugaan efek samping atau insiden yang dikaitkan dengan suatu produk, regulator umumnya melakukan serangkaian tahapan mulai dari pengumpulan informasi, penelusuran distribusi produk, pemeriksaan dokumen, pengujian laboratorium apabila diperlukan, hingga kajian ilmiah untuk memastikan ada atau tidaknya hubungan sebab akibat. 

Mekanisme tersebut dilakukan sebelum regulator menyampaikan kesimpulan resmi kepada publik.

Data Badan Pengawas Obat dan Makanan menunjukkan sepanjang beberapa tahun terakhir pengawasan terhadap pangan olahan, suplemen kesehatan, kosmetik, dan obat terus diperkuat melalui inspeksi sarana produksi, pengawasan distribusi, serta pengujian laboratorium terhadap produk yang beredar. 

Dalam sejumlah kasus sebelumnya, regulator juga baru mengumumkan hasil setelah seluruh proses investigasi dan pengujian selesai dilakukan.

Perhatian publik terhadap keamanan produk kesehatan sendiri meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring pesatnya pertumbuhan produk wellness dan minuman fungsional di Indonesia. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.