BPOM Umumkan 12 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Cek Daftarnya!

AKURAT.CO Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih obat bahan alam atau produk herbal.
Pada Juli 2026, BPOM menemukan 12 produk obat bahan alam (OBA) ilegal yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO), meski dipasarkan sebagai produk herbal alami.
Temuan ini menjadi peringatan serius karena konsumsi produk tersebut tanpa pengawasan tenaga medis berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, mulai dari kerusakan organ hingga serangan jantung.
BPOM Temukan 12 Produk Herbal Ilegal Mengandung BKO
Berdasarkan hasil pengawasan intensif hingga Juli 2026, BPOM mengidentifikasi 12 produk obat bahan alam yang secara ilegal dicampur dengan bahan kimia obat untuk memberikan efek instan kepada konsumen.
Praktik tersebut melanggar ketentuan karena obat herbal seharusnya hanya mengandung bahan alami tanpa tambahan zat kimia sintetis. Penambahan BKO dinilai dapat menyesatkan masyarakat yang menganggap produk herbal lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.
Berikut daftar produk yang ditemukan mengandung bahan kimia obat:
S Sepuluh
Remurat 001
Jamu Asam Urat Flu Tulang
Kopi Badak Juooss
Kopi Joss
Kenzo
Red Bull
Codryceps Zhi Ke Bao Capsules
Herbal Slim
Sapu Jagat
Miao Jia Zu Dai Fu Yi Jun Ru Gao
Vall-Boon 606 Antacid Tablets
Seluruh produk tersebut telah diperintahkan untuk ditarik dari peredaran karena tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan khasiat.
Kandungan Bahan Kimia Berbahaya dalam Produk Herbal
BPOM menemukan berbagai jenis bahan kimia obat yang dicampurkan ke dalam produk herbal sesuai dengan klaim manfaat yang ditawarkan.
1. Sildenafil Sitrat
Sildenafil sitrat ditemukan pada sejumlah produk yang diklaim mampu meningkatkan stamina pria, seperti Kopi Joss dan Red Bull.
Penggunaan sildenafil tanpa pengawasan dokter dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis, gangguan jantung, stroke, hingga kerusakan fungsi hati dan ginjal.
2. Parasetamol dan Kafein
Kombinasi parasetamol dan kafein ditemukan pada produk yang dipasarkan untuk mengatasi pegal linu dan asam urat, seperti Remurat 001.
Apabila dikonsumsi dalam dosis yang tidak terkontrol, parasetamol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
3. Sibutramin dan Deksametason
BPOM juga menemukan kandungan sibutramin pada produk pelangsing Herbal Slim.
Selain itu, beberapa produk diketahui mengandung deksametason, yaitu obat golongan kortikosteroid yang seharusnya hanya digunakan berdasarkan resep dokter. Penggunaan tanpa pengawasan dapat menyebabkan gangguan metabolisme, osteoporosis, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





