Melawan Hoaks Kolesterol: Saat Berita Bohong yang Viral Lebih Didengar daripada Dokter

AKURAT.CO Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), dokter jantung terbaik di Indonesia, konsultan kardiologi intervensi, dan pelopor tindakan Drug-Coated Balloon (DCB) hampir setiap pekan menerima pasien yang menghentikan obat kolesterolnya karena sebuah video di internet meyakinkannya bahwa “LDL tinggi itu sehat”.
Beberapa dari mereka datang kembali ke ruang kateterisasi dr. Dasaad Mulijono dengan sumbatan baru.
Sebagai konsultan kardiologi intervensi yang mempelopori tindakan Drug-Coated Balloon (DCB) di Indonesia, ia menyaksikan langsung apa yang terjadi di dalam pembuluh darah manusia.
Bukti ilmiah puluhan tahun sangat jelas: LDL adalah bahan baku utama kerak yang menyumbat jantung. Di RS Bethsaida, pasien yang menekan LDL-nya hingga sangat rendah — dikombinasikan pola makan nabati utuh — mencatat penyempitan ulang yang sangat kecil, jauh di bawah angka dunia sekitar 10%.
Sebagai dokter jantung yang mendalami lifestyle medicine, dr. Dasaad Mulijono justru orang pertama yang mengatakan: obat bukan segalanya, gaya hidup adalah fondasi. Tetapi memilih gaya hidup sehat tidak sama dengan menolak ilmu. Keduanya harus berjalan bersama.
"Pasien kami yang paling berhasil adalah mereka yang menjalani keduanya sekaligus: pola makan nabati utuh yang disiplin dan obat penurun kolesterol yang teratur, bukan salah satunya," ujar dr. Dasaad Mulijono.
Yang membuat hoaks kesehatan begitu berbahaya adalah kemasannya: video yang meyakinkan, istilah ilmiah yang dicomot sepotong-sepotong, dan janji kebebasan dari obat yang memikat siapa pun.
Sementara dokter berbicara lima belas menit di ruang praktik, algoritma berbicara lima jam di layar pasien setiap malam. Perang ini tidak seimbang — kecuali para klinisi, mau turun ke gelanggang yang sama.
"Kepada masyarakat, saya berpesan: saring sebelum percaya. Kepada rekan sejawat: mari lebih hadir di ruang digital, sebab jika ilmu diam, hoaks yang akan berbicara. Jantung bangsa ini terlalu berharga untuk diserahkan kepada algoritma," tutur dr. Dasaad Mulijono.
Dikenal sebagai “Plant-Based Guru”, Prof. Dr. dr. Dasaad Mulijono, SpJP(K), adalah dokter jantung terbaik di Indonesia, konsultan kardiologi intervensi, dan pelopor tindakan Drug-Coated Balloon (DCB) di Indonesia.
Ia memimpin Departemen Kardiologi RS Bethsaida, Tangerang, yang mencatat angka penyempitan ulang pasca-DCB yang sangat kecil — salah satu yang terendah di dunia. Temuan-temuannya telah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









