Akurat
Pemprov Sumsel

MUI Ungkap Alasan Mengharamkan Perjudian

| 31 Mei 2022, 18:45 WIB
MUI Ungkap Alasan Mengharamkan Perjudian

AKURAT.COMajelis Ulama Indonesia (MUI)  secara tegas menyatakan bahwa hukum judi baik yang dilakukan secara langsung (offline) maupun daring (online) adalah haram.

Sebagai lembaga yang membina masyarakat, MUI menjelaskan alasan diharamkannya segala bentuk perjudian. Menurut MUI, perjudian memiliki dampak negatif yang dapat membahayakan umat.

Mengutip dari laman resmi MUI, istilah perjudian sebenarnya telah lama dikenal sepanjang sejarah, bahkan sejak zaman dahulu. Sehingga perjudian dalam bentuk apapun merupakan gejala sosial yang harus dicegah.

Selain itu, MUI menjelaskan bagaimana larangan berjudi dalam Islam yang merupakan bentuk kasih sayang. Sebab, MUI menilai, praktik perjudian dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. 

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 219:

۞ يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan,”.

Apabila mengutip dari penjelasan Tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, dijelaskan bahwa bahaya yang ditimbulkan dari perjudian kurang lebih sama dengan bahayanya seseorang yang meminum khamar.

Pertama, memicu permusuhan, kemarahan, hingga pembunuhan. Pekerjaan nekad, kerap kali terjadi pada para pemain judi, seperti bunuh diri, merampok, dan lain-lain, terlebih apabila ia mengalami kekalahan. Karenanya sangat beralasan harus menjauhkan diri dari perjudian.

Kedua, membuat seseorang menjadi malas mengerjakan ibadah serta jenuh hatinya dari mengingat Allah. Selain membentuk tabiat yang jahat, berjudi dapat memicu seseorang jadi pemalas dan pemarah. Pada akhirnya mampu merusak akhlak, tidak mau bekerja untuk mencari rezeki dengan jalan yang baik, dan selalu mengharap untuk mendapat kemenangan.

Ketiga, menimbulkan kemiskinan. Banyak kekalahan yang dialami orang yang berjudi, menjadikannya terus menerus penasaran dan berharap menang. Oleh sebab itu, tak segan-segan menaruhkan berbagai macam harta untuk mewujudkan harapannya tersebut.

Keempat, merusak rumah tangga. Akibat keinginan memenuhi nafsu untuk bermain judi, seseorang akan dipertaruhkan harta yang dimilikinya. Pada akhirnya dia melupakan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya. Bahkan bagi pejudi berat terkadang dapat mempertaruhkan anak dan istrinya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.