AKURAT.CO, Pada zaman yang sangat kuno, ketika manusia mulai melakukan banyak dosa dan kejahatan, Allah memilih Nabi Nuh sebagai utusan-Nya untuk memberi peringatan kepada umat manusia. Nabi Nuh adalah seorang yang saleh dan tulus, dan dia diutus untuk membimbing kaumnya agar kembali kepada jalan yang benar.
Nabi Nuh dengan sabar dan tekun memberi dakwah kepada kaumnya selama bertahun-tahun, mengingatkan mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala dan melakukan perbuatan baik. Namun, mayoritas kaumnya menolak pesannya dan terus melakukan kejahatan.
Akhirnya, Allah memberi perintah kepada Nabi Nuh untuk membangun sebuah kapal besar yang disebut "bahtera" atau "kapal Nuh." Bahtera ini dibuat dengan petunjuk ilahi dan merupakan alat yang akan menyelamatkan Nabi Nuh, keluarganya, dan beberapa hewan dari bahaya yang akan datang.
Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman dan Semut Lengkap
Kemudian, Allah menyuruh Nabi Nuh untuk memasukkan pasangan dari setiap jenis hewan ke dalam bahtera tersebut, sehingga mereka bisa bertahan hidup setelah banjir besar yang akan datang. Setelah semua persiapan selesai, banjir pun datang dengan hujan deras yang turun terus-menerus.
Bahtera Nuh mengapung di atas air banjir tersebut selama berhari-hari, menyelamatkan mereka dari malapetaka. Setelah banjir surut dan air kembali ke tempatnya, Nabi Nuh dan pengikutnya keluar dari bahtera dan mulai membangun kembali peradaban manusia.
Setelah keluar dari bahtera, Nabi Nuh dan pengikutnya mulai membangun kembali peradaban manusia. Mereka berusaha menjalani kehidupan yang lebih baik, taat kepada Allah, dan menjauhi dosa-dosa yang telah menyebabkan banjir besar.
Baca Juga: Inspirasi Bulan Maulid Nabi, Kisah Nabi Melakukan Revolusi Akhlak Umat Manusia
Namun, seiring berjalannya waktu, manusia kembali terjerumus dalam dosa dan kejahatan. Beberapa generasi kemudian, keturunan Nabi Nuh mulai menyimpang dari ajaran-Nya. Mereka kembali menyembah berhala dan melakukan perbuatan jahat. Nabi Nuh terus memberikan peringatan dan dakwah, tetapi sebagian besar orang tetap mengabaikannya.
Ketika mendekati akhir kehidupannya, Nabi Nuh mengkhawatirkan nasib umat manusia di masa depan. Dia berdoa kepada Allah untuk memberikan petunjuk kepada keturunannya yang masih taat kepada-Nya. Allah mengabulkan doanya dengan mengutus para nabi dan rasul selanjutnya untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar.
Kisah Nabi Nuh dan banjir besar ini juga mengandung pesan tentang keampunan Allah. Meskipun umat manusia pada zaman Nabi Nuh telah melakukan dosa besar, Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki diri dan kembali kepada-Nya melalui ajaran-ajaran para nabi. Hal ini menggambarkan kasih sayang dan kemurahan hati Allah terhadap manusia.
Kisah ini tetap menjadi bagian penting dalam keyakinan agama-agama samawi dan terus menjadi sumber inspirasi untuk memahami pentingnya taat kepada Allah dan peringatan tentang konsekuensi dari ketidakpatuhan.
Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









