Peran Ulama Dalam Perpolitikan Di Indonesia, Sudah Sejak Zaman Dulu Membangun Bangsa

AKURAT.CO Peran ulama dalam ranah politik di Indonesia telah menjadi hal lumrah. Sejak zaman dahulu, peran mereka dalam membentuk bangsa Indonesia telah diakui.
Keterlibatan ulama dalam urusan politik, bahkan menjadi tokoh utama partai politik, bukanlah hal yang mengherankan.
Di sisi lain, ulama dikenal sebagai pemimpin spiritual umat Islam berkat pengetahuannya dalam bidang keilmuan Islam. Mereka adalah panduan dan pewaris Nabi dalam menjalankan ajaran Tuhan.
Mengutip dari laman NU Online, Muhammad Amin MS, dalam karyanya "Mengislamkan Kursi dan Meja, Dialektika Ulama dan Kekuasaan" memberikan gambaran jelas tentang hubungan politik di Indonesia yang sering melibatkan peran ulama.
Baca Juga: Ramai Soal Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Berikut Ini Keistimewaannya Dalam Al-Quran
Bahkan, ulama seringkali menjadi tokoh utama dalam partai politik. Kursi disimbolkan sebagai kekuasaan dalam dunia politik, sementara meja melambangkan birokrasi dan urusan kenegaraan.
Gabungan kedua simbol tersebut menunjukkan kekuasaan dalam ranah politik birokrasi. Keterlibatan ulama menjadi fokus karena pengaruh besar yang dimiliki mereka.
Dengan Memiliki banyak pengikut, ulama mampu memengaruhi umatnya, terutama yang sangat fanatik pada mereka, karena karisma dan pengaruhnya di mata umat sangat tinggi.
Status ulama yang terhormat di masyarakat bahkan melebihi pejabat administratif seperti lurah, camat, atau bupati, yang sering kali memohon restu kepada ulama.
Pada dasarnya, banyak tokoh pendiri Indonesia yang memiliki gelar ulama, sehingga keterlibatan ulama dalam politik menjadi hal yang lumrah.
Namun, ada kekhawatiran akan ulama yang lupa status spiritualnya, menjauh dari nilai-nilai moral agama, bahkan menjual prinsip-prinsip agama demi kepentingan politik partainya.
Tindakan semacam itu dapat merusak nilai sakral dalam ajaran agama, mengubahnya menjadi hal yang sekuler.
Kehadiran ulama seharusnya menjadi contoh bagi elit politik lainnya dan masyarakat Indonesia secara umum.
Mereka sebagai figur 'alim dan memiliki moralitas yang baik seharusnya dapat membawa harmoni dalam politik kekuasaan, bukan menambah konflik antargolongan atau partai.
Hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi ulama agar tetap mempertahankan integritas spiritual dan moralitas dalam kiprah politiknya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









