Jelang Natal 2023, Berikut Makna Toleransi dalam Keberagaman Agama Menurut Perspektif Islam

AKURAT.CO Memasuki bulan Desember, persiapan untuk menyambut hari raya Natal di penghujung tahun 2023 mulai terlihat.
Hal tersebut diketahui melalui suasana dan tema-tema natal yang dipakai dalam berbagai kesempatan.
Menyikapi hal ini, warga negara Indonesia dengan mayoritas muslim di dalamnya harus menjadikan toleransi dan menghargai kepercayaan orang lain sebagai sikap utama dalam kehidupan bermasyarakat, baik terhadap perayaan natal maupun upacara keagamaan lainnya.
Dilansir dari laman kemenag.go.id, toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain.
Sikap toleransi sendiri bertujuan mencegah terjadinya perpecahan yang timbul dari perbedaan keyakinan, serta menjadikan kegiatan beragama dapat dijalani setiap umat dengan damai dan nyaman.
Dalam Islam, toleransi termasuk salah satu perilaku yang harus dijunjung tinggi bagi seluruh umat muslim.
Hal ini berkaitan dengan makna agama Islam sebagai rahmatan lil alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam, yang senantiasa menjunjung perdamaian dan keselamatan bagi umat manusia.
Baca Juga: Salah Sebut Asam Folat jadi Asam Sulfat untuk Ibu Hamil, Gibran Minta Maaf
Perintah akan sikap toleransi sendiri juga disebutkan dalam Al-Quran surat Yunus ayat 99, dimana tidak ada paksaan bagi umat lain untuk memeluk Islam meski hal tersebut dapat dengan mudah dilakukan dengan kehendak Allah SWT:
وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
Walau syâ'a rabbuka la'âmana man fil-ardli kulluhum jamî‘â, a fa anta tukrihun-nâsa ḫattâ yakûnû mu'minîn
Artinya: “Seandainya Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang di bumi seluruhnya beriman. Apakah engkau (Nabi Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang mukmin?” (QS. Yunus: 99).
Baca Juga: Bukan Hanya untuk Mesin Aki, Ternyata Ini 10 Kegunaan Asam Sulfat dalam Industri
Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT menjadikan manusia menjalani kehidupan di dunia bersamaan dengan adanya keberagaman agama yang harus dijalani dengan toleransi dan bukan dengan paksaan untuk memeluk agama tertentu.
Dalam hal ini, makna keberagaman agama sendiri yakni setiap manusia diberi pilihan untuk menentukan kepercayaan mana yang baik dan buruk bagi dirinya.
Pilihan tersebut kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.
Berdasarkan penjelasan tersebut, umat muslim harus menyikapi perayaan natal maupun upacara keagamaan lainnya dengan penuh toleransi.
Hal ini dapat dilakukan dengan tidak menghalangi mengganggu, mengancam, ataupun merusak pelaksanaanya dan menjadikan umat Kristiani merayakan natal dengan penuh suka cita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








