Larangan Politik Identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, Umat Islam Wajib Baca Agar Tidak Tertipu

AKURAT.CO Politik identitas menjadi isu yang semakin mencuat dalam berbagai masyarakat, termasuk dalam konteks politik.
Namun, dalam Islam, terdapat larangan terhadap pemisahan dan polarisasi berdasarkan politik identitas tertentu.
Artikel ini akan mengeksplorasi larangan politik identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi.
Prinsip Kesetaraan dalam Islam:
Al-Quran menekankan prinsip kesetaraan antara manusia. Surah Al-Hujurat (49:13) menyatakan bahwa perbedaan suku, etnis, atau warna kulit tidak menjadikan seseorang lebih mulia di hadapan Allah, melainkan ketaqwaan yang menjadi ukuran.
Baca Juga: 3 Ayat Al-Quran tentang Mulianya Peran Ibu, Cocok Dibaca di Hari Ibu
Larangan Memecah-Belah Umat:
Nabi Muhammad SAW melarang pemecahan umat berdasarkan faktor identitas. Hadits Riwayat Abu Daud menyatakan bahwa Nabi bersabda, "Barangsiapa yang menyebut-nyebut perkara Jahiliyah atau membela kebangsaannya, maka hendaklah dia tidur tanpa ada bagian dalam Islam" (Abu Daud).
Penolakan Diskriminasi:
Al-Quran menegaskan penolakan terhadap diskriminasi dan ketidakadilan. Surah Al-Ma'idah (5:8) mengajarkan untuk berdiri teguh dalam keadilan, bahkan jika hal itu melibatkan keluarga sendiri.
Kewajiban Persatuan Umat:
Islam menekankan persatuan umat sebagai prioritas utama. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan, "Umatku tidak akan bersatu dalam kesalahan." Mendorong persatuan dalam kebenaran dan menghindari perpecahan berdasarkan identitas.
Toleransi Antar-Kelompok:
Islam menganjurkan toleransi dan saling menghormati antar-kelompok. Surah Al-Baqarah (2:256) menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama, menggarisbawahi kebebasan memilih keyakinan.
Baca Juga: Doa Agar Dipermudah dalam Menghadapi Kesulitan, Insya Allah Maqbul
Penegasan Nilai Universal:
Al-Quran menegaskan nilai-nilai universal yang melampaui batas-batas identitas. Surah Al-An'am (6:141) mengingatkan tentang kesatuan prinsip-prinsip halal dan haram yang berlaku bagi seluruh umat.
Dari Al-Quran dan Hadits Nabi, jelas tergambar larangan terhadap politik identitas. Islam menekankan persatuan, kesetaraan, dan penolakan terhadap perpecahan berdasarkan faktor-faktor tertentu.
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, umat Muslim dihimbau untuk menjauhi politik identitas dan mengutamakan persatuan dalam kebenaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







