3 Hadits tentang Anjuran Menghindari Hal-hal yang Tidak Bermanfaat

AKURAT.CO Anjuran menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat sangat diperhatikan dalam agama Islam.
Salah satunya di dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Kita diharuskan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Berikut 3 hadits anjuran menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat:
Hadits pertama diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
رُوي عن أبي هريرة -رضي الله عنه- أنّ النّبي -صلى الله عليه وسلم- قال: (مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أوْ لِيصْمُتْ).
"Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam." (HR Muslim).
Baca Juga: Ini Sahabat Nabi yang Paling Pertama Masuk Islam, Pribadinya Sangat Berpengaruh!
Hadits kedua yaitu hadits riwayat Abi Dzar Al Ghifari, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
رُوي عن أبي ذر الغفاري -رضي الله عنه- أنّ النّبي -صلى الله عليه وسلم- قال: (على العاقلِ أنْ يكونَ بصيرًا بزمانِه مُقبِلًا على شأنِه حافظًا لِلسانِه ومَن حسَب كلامَه مِن عملِه قلَّ كلامُه إلَّا فيما يَعنيه).
"Orang yang berakal adalah yang memiliki visi ke depan di waktu sekarang, mampu menangani urusannya, dan menjaga lisannya. Dan siapa yang menganggap ucapannya adalah bagian perbuatannya, maka ia akan sedikit berkata, kecuali yang bermanfaat." (HR Ibnu Hibban)
Hadits ketiga adalah yang diriwayatkan dari Muadz bin Jabal, seperti berikut ini:
قَالَ : (أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ, وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ, وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا نَبِيَّ اللهِ، فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ, وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلًّمُ بِهِ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يُكَبُّ النَّاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ .
"Maukah kuberitahu pokok urusan agama ini, tiangnya dan puncak tertingginya?" Aku berkata, "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau SAW bersabda, "Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncak tertingginya adalah jihad."
Kemudian Nabi SAW bertanya, "Maukah kuberitahu tentang sesuatu yang bisa menguatkan semua itu?" Aku menjawab, "Tentu, wahai Nabi Allah." Maka beliau SAW memegang lisannya dan bersabda, "Jagalah ini!" Aku bertanya, "Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa karena ucapan?"
Beliau SAW bersabda, "Alangkah sedihnya ibumu kehilanganmu, wahai Muadz. Bukankah manusia itu dilemparkan ke dalam neraka dengan wajah tersungkur hanya karena lisan-lisan mereka?" (Shahih Al Jami' nomor 5136).
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









