Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Benar Membiarkan Ibu Melahirkan Anak Tak Berakhlak Itu Dosa? Ini Jawaban yang Benar Menurut Ulama!

Fajar Rizky Ramadhan | 31 Januari 2024, 06:17 WIB
Apa Benar Membiarkan Ibu Melahirkan Anak Tak Berakhlak Itu Dosa? Ini Jawaban yang Benar Menurut Ulama!

AKURAT.CO Ucapan salah seorang capres viral di media sosial. Berdasarkan rekaman yang beredar, ia menyebut 'membiarkan ibu melahirkan anak tak berakhlak itu dosa besar'.

"Membiarkan emak-emak dan ibu-ibu untuk melahirkan anak-anak yang tidak berahlak itu adalah satu dosa besar kepada bangsa ini. Bangsa ini akan hancur mana kala generasi mendatang itu tidak punya etika dan tidak punya akhlak," kata salah seorang capres di sebuah program di Lampung, pada Kamis malam, 25 Januari 2024, dikutip Akurat.co dalam keterangan tertulis.

Pernyataan capres tersebut menjawab pertanyaan dari moderator tentang kekhawatiran ibu-ibu akan lahir generasi minus adab.

"Sekarang ini, Prof, banyak emak-emak, mamak-mamak khawatir tentang lahirnya generasi yang minus akan adab, etika dan generasi yang tidak tahu sopan santun," ujar salah satu moderator dalam sebuah acara.

Baca Juga: Apakah Hantu Itu Memang Ada? Ini Dia Perspektif Islam Mengenai Hantu

Seorang capres tersebut kemudian memberi klarifikasi, bahwa, dosa yang dimaksud bukan ditanggung oleh sang ibu. Melainkan ditanggung siapapun yang ikut bertanggung jawab atas anak tersebut.

"Saya bilang ya dosa kita kalau membiarkan ibu itu melahirkan anak tak berakhlak, kita yang dosa, bukan ibunya yang dosa," ucapnya di Pekanbaru, Riau, Senin (29/1) dikutip dalam keterangan tertulis.

Lantas apa benar membiarkan ibu melahirkan anak tak berakhlak itu dosa besar? Tentu jawabannya tidak. Sebab seorang ibu dititipkan amanah oleh Allah berupa anak. Soal anaknya kemudian nakal, tidak otomatis membuat sang ibu dinilai berdosa. Tergantung, apakah ia sudah memberi didikan dengan baik atau belum.

Lalu, apakah orang selain ibu juga otomatis berdosa manakala ada anak yang dalam tanggungannya tidak memiliki akhlak, adab atau etika?

M. Quraish Shihab, dalam keterangannya menyebut bahwa Al-Quran menegaskan bahwa suatu jiwa tidak dapat memikul dosa jiwa yang lain [QS al-An’am [6]: 164]. Seseorang tidak akan disiksa karena dosa yang dilakukan orang lain. Dosa yang dilakukan anak tidak dapat dipikulkan kepada orangtua, demikian juga sebaliknya.

Namun demikian dalam soal ini, kata Prof Quraish, ada beberapa pengecualian, sehingga sang anak menjadi nakal dan berbuat aneka maksiat seperti berjudi di kala dewasanya. Dalam suatu riwayat dinyatakan bahwa seorang ayah dihalangi masuk ke surga lantaran pengaduan anaknya yang durhaka. Sang anak meminta keadilan Allah swt sambil berkata, “Ya Allah, aku meminta keadilan-Mu atas orang zalim ini karena dia tidak mendidikku di waktu kecil, sehingga aku menjadi bejat”.

Baca Juga: Bagaimana Etika dalam Islam Bagi Manusia? Ini 7 Aspek Etika untuk Kehidupan yang Berkualitas

Dalam keterangannya disebut, adapun jika orangtua itu pada masa hidupnya telah mendidik anaknya dengan baik sesuai dengan kemampuannya, tentu saja, dia tidak berdosa dan tidak akan disiksa. Akan tetapi, boleh jadi hati orangtua itu risau atau mereka merasa dipermalukan di hadapan orang-orang lain yang juga telah meninggal dunia, akibat kelakuan anaknya itu, karena yang kini telah meninggal dunia dapat memandang ke dunia melalui jendela alam barzakh. Dalam konteks inilah Nabi Saw berpesan, “Janganlah mempermalukan keluarga kamu yang telah wafat dengan keburukan amal perbuatan kamu.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.