Cek Makna Surat Ali Imran Ayat 26 yang Disebut Anies Saat Penutupan Debat Kelima Pilpres 2024

AKURAT.CO Makna Surat Ali Imran ayat 26 yang dikutip capres nomor urut 01 Anies Baswedan di penutupan debat kelima Pilpres banyak dicari warganet.
Surat Ali Imran ayat 26 tersebut menyiratkan bahwa Allah memiliki kuasa penuh untuk memberikan dan mencabut kekuasaan, termasuk pemerintahan, kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.
Awalnya, Anies berbagi pengalaman keliling Indonesia selama sekitar satu tahun, ketika ia berinteraksi dengan berbagai warga dan menerima pesan berharga dari mereka.
Anies menggambarkan pengalaman tersebut sebagai perjalanan spiritual.
Selanjutnya, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Tuhan menginginkan kekuasaan yang dijalankan dengan welas asih dan cinta kasih, dan bahwa Tuhan akan memberikan kekuasaan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.
Berikut bunyi dan makna Surat Ali Imran ayat 26:
Bunyi Surat Ali Imran ayat 26
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Qulillahumma malikal-mulki tu'til-mulka man tasya'u wa tanzi'ul-mulka mim man tasya'u, wa tu'izzu man tasyā'u wa tużillu man tasya'u, biyadikal-khairu, innaka 'ala kulli syai'in qadirun
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
Makna Surat Ali Imran ayat 26
Dikutip dari Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, dalam Surat Ali Imran ayat 26 mengandung makna tentang Allah SWT yang memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan bahwa Allah, Yang Maha Suci, memiliki kekuasaan tertinggi dan kebijaksanaan yang sempurna dalam menyusun, mengatur, dan menyelesaikan segala urusan-Nya.
Lebih rinci dijelaskan bahwa Allah SWT memberikan urusan pemerintahan kepada siapa pun yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.
Selain memberikan kekuasaan kepada yang Dia kehendaki, Allah SWT juga menghinakan orang yang Dia kehendaki.
Dalam tafsir ini, diungkapkan bahwa orang yang diberi kekuasaan oleh Allah SWT adalah mereka yang memiliki tutur kata yang didengar, banyak penolong, mempengaruhi jiwa manusia dengan wibawa dan ilmunya, mempunyai rezeki yang melimpah, dan berbuat kebajikan bagi setiap manusia.
Sementara itu, orang yang dihinakan adalah mereka yang rendah akhlaknya, semangat membela kehormatan yang lemah, tidak mampu mengusir musuh yang menyerang, dan tidak mampu menyatukan pengikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







