Tata Cara Melakukan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan, Lengkap dengan Dalilnya

AKURAT.CO Tidak lama lagi umat Islam akan bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Maka sudah sepatutnya mengetahui tata cara melakukan shalat Tarawih di bulan Ramadhan.
Dengan mengetahui tata cara melakukan shalat Tarawih di bulan Ramadhan lebih awal akan memantapkan seseorang dalam menyambut bulan suci itu.
Salat Tarawih sendiri adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam pada bulan Ramadan. Berikut ini adalah tata cara melakukan shalat Tarawih di bulan Ramadhan:
Niat: Niatkan salat tarawih dengan hati dan lisannya.
Baca Juga: 5 Tradisi Menyambut Ramadhan di Berbagai Daerah di Indonesia
Berdiri: Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat, tangan bersila di dada, dan pandangan ke depan.
Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan mengucapkan takbiratul ihram “Allahu Akbar”.
Bacaan Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihah.
Bacaan Surat-Surat: Membaca beberapa surat dari Al-Quran secara berurutan. Biasanya dalam salat tarawih dibaca sebanyak 23 rakaat.
Ruku: Setelah membaca beberapa surat, lakukan ruku dengan meletakkan kedua tangan di atas lutut sambil membungkukkan badan dan membaca “Subhanallah Rabbiyal ‘Adhim”.
I’tidal: Setelah ruku, bangkitlah ke posisi berdiri sambil membaca “Sami’a Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamd”.
Sujud: Setelah i’tidal, sujudlah dengan meletakkan kedua tangan, lutut, dan ujung jari kaki di atas lantai. Bacalah “Subhanallah Rabbiyal A’la” selama melakukan sujud.
Duduk di antara dua sujud: Setelah melakukan sujud, duduk dengan kaki di bawah tubuh dan tangan di atas lutut sambil membaca “Rabbighfirli, Rabbighfirli”.
Tashahhud: Setelah rakaat kedua, duduklah dengan kaki di bawah tubuh dan membaca tashahhud.
Salam: Setelah membaca tashahhud, sampaikan salam dengan menggerakkan kepala ke kanan dan kiri sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” ke kanan dan kiri.
Itulah tata cara salat tarawih lengkap. Penting untuk diingat bahwa salat tarawih adalah sunnah muakkadah dan dilakukan setelah salat Isya. Selain itu, salat tarawih dapat dilakukan secara berjamaah atau sendiri-sendiri di rumah.
Baca Juga: Doa Menyambut Bulan Ramadhan, Dibaca Supaya Ramadhan Tahun Ini Penuh dengan Keberkahan
Dalil tentang Salat Tarawih:
Hadis Nabi Muhammad SAW: Salat Tarawih dianjurkan dan sangat dianjurkan bagi orang yang mampu melakukannya. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan salat) pada malam Lailatul Qadr (yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan) dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sejarah: Salat Tarawih sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW. Beliau sendiri pernah menunaikan salat tarawih di masjid bersama para sahabatnya pada bulan Ramadan.
Kesepakatan Ulama: Para ulama secara umum sepakat bahwa Salat Tarawih adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Islam.
Al-Quran: Walaupun Salat Tarawih tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran, namun ayat-ayat Al-Quran yang mendorong untuk melaksanakan ibadah pada malam hari dan memperbanyak amal ibadah pada bulan Ramadan, menjadikan Salat Tarawih sebagai amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Dari beberapa dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa Salat Tarawih adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam dan sangat dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadan, terutama pada malam Lailatul Qadr.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







