Akurat
Pemprov Sumsel

Ciri-ciri dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang Perlu Umat Muslim Ketahui

Iwan Gunawan | 26 Maret 2024, 20:20 WIB
Ciri-ciri dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang Perlu Umat Muslim Ketahui



AKURAT.CO Di Bulan Suci Ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni malam Lailatul Qadar.

Menurut Muhyiddin Ibnu Arabi dalam Ahkamul Quran, Lailatul Qadar sebagai kado istimewa untuk umat Nabi Muhammad SAW yang nilainya tidak tertandingi oleh apapun.

Meskipun jatuhnya malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara spesifik, namun itu yang menjadi makna pentingnya.

Ketidakpastian waktu dinilai memiliki hikmah besar, sebab membuat umat muslim terus beribadah setiap malam dengan harapan mendapat kemuliaan.

Melalui berbagai prediksi, umat muslim dapat mengetahui kapan terjadinya malam Lailatul Qadar melalui ciri-ciri berikut ini.

Dikutip dari NU Online, Selasa (26/3/2024), para ulama, dengan petunjuk dari hadits Rasulullah SAW, hanya mampu menjelaskan ciri-ciri malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2024? Ini Perkiraan Tanggalnya

Pada malam Lailatul Qadar ditandai dengan hawa dan kondisi tenang dan tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadist yang berbunyi:

"Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)." (HR At-Thabrani)

Di antara ciri lainnya yakni terjadi di dalam mimpi, seperti yang dialami oleh sejumlah sahabat Nabi SAW.

"Dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu'anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi SAW diperlihatkan malam Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada tujuh malam terakhir (Ramadhan). Kemudian Rasulullah SAW berkata 'Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang Lailatul Qadar) terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada tujuh malam terakhir," (HR Muslim)

Di antara ciri-ciri umumnya berupa gejala alam yang terjadi pada malam tersebut atau bahkan keesokan harinya.

Namun, jangan hanya terpaut dengan mengetahui ciri-cirinya saja. Melainkan fokus dengan memperbanyak ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan dan memperkaya amalan baik.

Adapun, dari segi kemuliaannya, Lailatul Qadar lebih utama dari seribu bulan (alfu syahrin).

Dalam suart al-Qadr digambarkan bahwa Lailatul Qadar dengan turunnya para malaikat di malam itu untuk melakukan berbagai urusan, kedamaian dan kesejahteraan hingga tenggelamnya fajar.

Baca Juga: Materi Kultum: Menyongsong Kebesaran Malam Lailatul Qadar: Persiapan Spiritual dan Mental

Menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun empat bulan yang merupakan umur standar manusia (dzalika 'âdah 'umril insân). Beliau menulis "Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul Qadar (alfu syahrin) lebih baik dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Sehingga, malam Lailatul Qadar lebih baik dari (usia) zaman." (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadhân, h. 21)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
W
Editor
Wahyu SK