Jemaah Haji Indonesia Perlu Waspada, WHO Sebut Kasus MERS-CoV di Arab Saudi Capai Ribuan

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada 2.204 kasus MERS-CoV pada manusia di Arab Saudi. Jumlah itu adalah total kasus MERS-CoV dari periode 2012 sampai April 2024, termasuk 860 kematian yang dilaporkan.
“Secara keseluruhan, total 2.613 kasus MERS-CoV dan 941 kematian telah dilaporkan di 27 negara, di enam wilayah WHO. Dari jumlah tersebut, 84 persen kasus dan 91 persen kematian dilaporkan dari Kerajaan Arab Saudi, termasuk kasus dan kematian yang baru dilaporkan tahun ini,” kata WHO dalam rilis tertulis, Sabtu (11/5/2024).
WHO menyebutkan, jumlah global mencerminkan jumlah total kasus yang dikonfirmasi di laboratorium yang dilaporkan ke WHO. Jumlah total kematian didasarkan pada angka yang dilaporkan ke WHO melalui tindak lanjut negara-negara anggota yang terkena dampak.
Baca Juga: 5 Keutamaan Menjalankan Sholat 'Arbain di Masjid Nabawi bagi Jemaah Haji
Sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) adalah infeksi virus pernapasan yang disebabkan oleh MERS-CoV. Manusia yang tertular MERS-CoV bisa melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan unta dromedaris, yang merupakan inang alami.
Sejauh ini, MERS-CoV telah menunjukkan kemampuannya untuk menularkan virus antarmanusia. Namun, di luar layanan kesehatan, penularan dari manusia ke manusia masih terbatas hingga saat ini.
Atas adanya kasus ini jemaah haji perlu mewaspadainya agar tidak tertular penyakit sesak pernafasan yang menular tersebut. Mereka perlu mengikuti arahan-arahan petugas haji Indonesia, khususnya petugas haji bidang kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










