Pengasuh Ponpes Raudlatul Ma’arif KH Agus Ma'arif Pimpin Shalat Jama' Taqdim Qashar di Tenda Haji Misi Indonesia di Arafah pada Musim Haji 1445 H

AKURAT.CO Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Arafah sudah selesai. Selain jemaah yang mengikuti safari wukuf, semuanya kini sudah berada di Arafah. Proses pemberangkatan dari hotel di Makkah berlangsung pada Jumat, 14 Juni 2024, pukul 06.00 Waktu Arab Saudi.
“Alhamdulillah, pukul 03.00 waktu Arab Saudi pagi tadi, jemaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir meninggalkan Makkah menuju Arafah. Ini sesuai dengan jadwal yang kita rencanakan,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Arafah, Sabtu (15/6/2024).
PPIH Arab Saudi menggelar prosesi wukuf di Tenda Misi Haji Indonesia. Hadir, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta sejumlah pimpinan lembaga negara. Khutbah Wukuf akan dibacakan oleh Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc. MA.
Baca Juga: Makna Mendalam Wukuf di Arafah, Ritual Puncak Haji
"Sementara itu selaku imam Salat Zuhur dan Ashar Jamak Taqdim Qashar KH Agus Ma’arif, Lc, MA. Pembacaan doa dipimpin oleh Habib Ibrahim Lutfi bin Ahmad Al-Attas," kata PPIH Arab Saudi dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2024).
KH Agus Ma’arif, Lc, MA, Tak Menyangka Punya Pesantren
KH Agus Ma’arif, Lc, MA. merupakan seorang kiai muda asal Jawa Tengah. Pria asli Solo ini tak menyangka dan tak ada benak dalam pikirannya, memiliki Pondok Pesantren (Ponpes) yang megah, dia adalah Agus Ma’arif Pimpinan Ponpes Raudlatul Ma’arif.
Semua ini berkat kedekatannya dengan Presiden RI, yang akhirnya diberi amanah untuk memimpin Ponpes Yayasan Raudlatul Ma’arif Surakarta ini.
“Alhamdulillah meski diberi amanah dan tanggungjawab yang besar, saya senang bisa mendidik anak anak ponpes dengan segala kemampuan saya, “jelasnya dalam keterangan tertulis.
Bapak tiga anak ini, semula bercita – cita ingin menjadi dokter, namun takdir berkata lain justru ia bergelut di dunia pendidikan agama, ia pun bersyukur bisa memiliki Ponpes.
Baca Juga: Makna Mendalam Wukuf di Arafah, Ritual Puncak Haji
“Meski cita cita jadi Dokter kandas, saya tetap bersyukur apa yang saya miliki atas kehendak Allah,” jelasnya.
Yayasan Raudlatul Ma’arif yang terletak di desa sendanglo, Temon, Simo Boyolali ini, kini memiliki 100 siswa, mereka adalah para yatim piatu datang dari berbagai kota Jakarta, Bogor dan lain-lain.
”’Kami mendidik siswa dengan ilmu dan agama, yang memiliki visi kedepan sebagai siswa siswi yang modern dan berbasis llmu iptek, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan tekhnologi dunia luar, ” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










