Dalam tradisi Islam, konsep meninggal di waktu tertentu kerap dikaitkan dengan nasib baik atau buruk seseorang di akhirat.
Namun, bagaimana pandangan Islam mengenai meninggal di Malam 1 Suro?
Apakah ini menandakan husnul khotimah (akhir yang baik) atau su'ul khotimah (akhir yang buruk)?
Pengertian Husnul Khotimah dan Su'ul Khotimah
Husnul Khotimah berarti akhir kehidupan yang baik, ditandai dengan meninggal dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya (akhir kehidupannya).” (HR. Bukhari).
Baca Juga: Hukuman bagi Keamanan/Polisi yang Salah Tangkap Orang dalam Perspektif Islam
Sebaliknya, Su'ul Khotimah berarti akhir kehidupan yang buruk, yaitu meninggal dalam keadaan tidak beriman atau melakukan dosa besar.
Meninggal di Malam 1 Suro dalam Perspektif Islam
Tidak ada dalil khusus dalam Islam yang mengaitkan malam 1 Suro dengan husnul khotimah atau su'ul khotimah. Namun, beberapa prinsip dasar dalam ajaran Islam dapat dijadikan acuan.
-
Takdir dan Waktu Meninggal: Setiap Muslim percaya bahwa waktu dan cara meninggal seseorang sudah ditentukan oleh Allah. Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu." (QS. Ali Imran: 185)
-
Keadaan Iman saat Meninggal: Husnul khotimah ditentukan oleh keadaan iman seseorang saat meninggal, bukan oleh waktu atau tempat tertentu. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘La ilaha illallah’ maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud)
Pandangan Ulama
Beberapa ulama menekankan bahwa keyakinan masyarakat Jawa tentang malam 1 Suro lebih bersifat kultural daripada religius. Islam mengajarkan bahwa yang paling menentukan adalah amal dan keimanan seseorang sepanjang hidupnya.
Baca Juga: Grand Syekh Al Azhar Apresiasi Indonesia Bela Palestina dan Serukan Kerukunan Umat
Meninggal di Malam 1 Suro tidak memiliki penanda khusus dalam Islam yang menunjukkan husnul khotimah atau su'ul khotimah.
Yang paling penting adalah kondisi iman dan amal seseorang pada saat kematiannya.
Oleh karena itu, Muslim sebaiknya fokus pada meningkatkan keimanan dan ketakwaan setiap hari, tanpa terikat pada kepercayaan atau waktu tertentu yang tidak didukung oleh dalil syar'i.
Dengan demikian, husnul khotimah atau su'ul khotimah lebih ditentukan oleh amal perbuatan dan kondisi iman seseorang saat ajal menjemput, bukan oleh waktu spesifik seperti malam 1 Suro.