Akurat
Pemprov Sumsel

Gus Nadir Tanggapi 5 Nahdliyyin Bertemu Presiden Israel: Tidak Bisa Ngeles Mengatasnamakan Pribadi

Fajar Rizky Ramadhan | 15 Juli 2024, 14:59 WIB
Gus Nadir Tanggapi 5 Nahdliyyin Bertemu Presiden Israel: Tidak Bisa Ngeles Mengatasnamakan Pribadi

AKURAT.CO Heboh lima tokoh muda NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang IT, Savic Ali menyesalkan lima Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel itu.

Kunjungan 5 Nahdliyyin itu dinilai sebagai tindakan orang yang tidak memahami geopolitik, tak mengerti kebijakan NU secara organisasi, serta perasaan seluruh warga NU. PBNU menyesalkan tindakan tersebut yang tak diketahui apa tujuan dan siapa yang mensponsorinya.

"Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan," kata Savic Ali, seperti dikutip situs resmi NU Online, Senin (15/7/2024).

Menanggapi hal itu, Cendekiawan NU Nadirsyah Hosen menegaskan lima aktivis atau cendekiawan yang berkunjung ke Israel tidak bisa ngeles mengatasnamakan pribadi.

Baca Juga: KPK Periksa Anak Abdul Ghani Kasuba Terkait TPPU Sang Ayah

"Kalau mereka cuma “aktivis dan cendekiawan” saja saya yakin mereka gak akan masuk radar untuk diundang ketemu Presiden. Justru karena ada embel2 NU-nya makanya mereka diundang. Jadi gak bisa ngeles dg mengatakan ini atas nama pribadi. Mohon maaf atas keterusterangan saya ini: tanpa NU mereka bukan siapa2 dan gak bakal masuk radar Is^*el," kata Gus Nadir dalam akun Facebook milik pribadinya, Senin (15/7/2024).

Ia juga menegaskan bahwa NU bertindak bukan hanya atas nama toleransi dan moderasi semata, tetapi juga tawazun dan i'tidal.

"Tawazun artinya seimbang. Itu sebabnya mereka saat mendapat undangan harus menimbang banyak hal terlebih dahulu, termasuk geo politik dan konflik yg terjadi saat ini. I’tidal artinya tegak lurus pada aturan main, keadilan dan kebenaran. Kita tahu bagaimana Mahkamah Internasional sudah bersikap. Begitu juga kebijakan pemerintah RI soal ini," tambahnya.

Gus Nadir menyinggung jika alasan mereka ingin berdiskusi dengan presiden yang menjadi simbol belaka, itu menunjukkan ketidakpahaman mereka soal struktur pemerintahan Israel.

Baca Juga: Polisi Gerebek Gudang Sabu dan Pil Ekstasi di Cilincing, 2 Pelaku Diamankan

Ia pun menyarankan agar sebaiknya tokoh/aktivis/ulama menolak undangan-undangan dari Israel selama konflik belum usai.

"Program kunjungan spt ini sudah lama berjalan bertahun2 dan selalu memicu kontroversi. Saran saya mereka yg merasa tokoh/aktivis/ulama sebaiknya menolak undangan semacam ini selama konflik belum usai. Yang untung cuma Is^*el dg kunjungan dari NU. Mudaratnya lebih banyak," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.