Akurat
Pemprov Sumsel

Nessa Salsa Menikah 6 Bulan Tak Disentuh Oleh Suaminya, Apa Hukum Suami Tak Memberi Nafkah Batin Menurut Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 9 September 2024, 10:00 WIB
Nessa Salsa Menikah 6 Bulan Tak Disentuh Oleh Suaminya, Apa Hukum Suami Tak Memberi Nafkah Batin Menurut Islam?

AKURAT.CO Dalam kehidupan pernikahan, memberikan nafkah batin merupakan salah satu kewajiban seorang suami terhadap istrinya.

Kasus yang menimpa Nessa Salsa, yang dikabarkan tidak disentuh oleh suaminya selama enam bulan, memunculkan pertanyaan seputar bagaimana pandangan Islam terkait suami yang tidak memberikan nafkah batin kepada istrinya.

Artikel ini akan membahas hukum suami yang tidak memberi nafkah batin dalam Islam berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits.

Kewajiban Nafkah Batin dalam Islam

Islam mengajarkan bahwa pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan spiritual.

Salah satu aspek penting dalam pernikahan adalah kewajiban suami untuk memberikan nafkah batin atau hubungan intim kepada istrinya. Hal ini dianggap sebagai bagian dari hak istri yang harus dipenuhi oleh suami.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an mengenai hubungan suami istri:

"وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ"

(Surat Ar-Rum: 21)

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Baca Juga: Suami Nessa Salsa Diduga Menyukai Sesama Jenis, Apa Hukumnya menurut Islam?

Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan utama pernikahan adalah untuk menciptakan rasa tenteram, kasih sayang, dan kedekatan emosional antara suami dan istri. Jika suami tidak memberikan nafkah batin, ia tidak hanya mengabaikan hak istri, tetapi juga menghalangi tercapainya tujuan tersebut.

Dalil Hadits Tentang Kewajiban Nafkah Batin

Dalam hadits, Rasulullah SAW juga menjelaskan kewajiban suami terhadap istri, termasuk dalam hal hubungan batin. Sebuah hadits menyatakan:

"فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ، وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ"

(HR. Muslim no. 1218)

Artinya: "Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan wanita, karena kalian telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanah dari Allah, dan dihalalkan bagi kalian hubungan badan dengan kalimat Allah."

Hadits ini menegaskan bahwa hubungan badan antara suami dan istri merupakan bagian dari akad nikah yang sah, dan suami wajib memenuhinya sebagai salah satu bentuk penghormatan dan tanggung jawabnya.

Konsekuensi Suami yang Tidak Memberi Nafkah Batin

Jika seorang suami tidak memberikan nafkah batin kepada istrinya tanpa alasan yang jelas dan dalam waktu yang lama, Islam memberikan hak kepada istri untuk menuntut perceraian.

Hal ini berdasarkan prinsip bahwa pernikahan harus membawa manfaat dan kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Jika istri merasa terabaikan secara batin, ia berhak untuk meminta keadilan melalui perceraian.

Dalam fikih Islam, jika suami tidak memenuhi hak-hak istrinya, termasuk nafkah batin, maka ia dapat dianggap melanggar akad nikah dan menzalimi istrinya. Ini bisa menjadi alasan syar'i untuk istri mengajukan cerai, terutama jika suami tidak bisa memperbaiki perilakunya.

Baca Juga: 5 Fakta Unik tentang Bulan Rabi'ul Awal dalam Islam

Dalam Islam, memberikan nafkah batin adalah kewajiban suami terhadap istrinya. Jika seorang suami tidak menjalankan kewajiban ini, maka ia telah mengabaikan hak istri yang diatur dalam syariat Islam.

Kasus seperti yang dialami oleh Nessa Salsa, di mana suaminya tidak menyentuhnya selama enam bulan, bisa menjadi alasan syar'i bagi istri untuk menuntut keadilan, termasuk perceraian jika perlu.

Pernikahan dalam Islam bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga tentang menciptakan kedekatan emosional, spiritual, dan kasih sayang antara suami dan istri.

Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi demi tercapainya kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.