Alasannya adalah kebiasaan suami yang hanya mandi sekali dalam sebulan, yang menurutnya tidak dapat diterima.
Kasus semacam ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana Islam merespons persoalan kebersihan dan keharmonisan dalam rumah tangga?
Kebersihan dalam Islam
Dalam ajaran Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari praktik keagamaan sehari-hari.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“Kebersihan adalah separuh dari iman.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan seorang Muslim, baik secara fisik maupun spiritual.
Mandi secara teratur, menjaga kebersihan tubuh, dan berpakaian dengan rapi adalah bagian dari adab yang diajarkan dalam Islam.
Mandi dalam Islam
Islam memberikan panduan jelas tentang mandi, khususnya dalam keadaan tertentu seperti setelah junub (hadats besar) atau setelah melakukan hubungan suami istri.
Baca Juga: Viral Tari Dudidam di TikTok, Adakah Tari yang Sarat dengan Nilai-nilai Islam?
Selain itu, mandi pada hari Jumat sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda:
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
“Mandi pada hari Jumat wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menekankan pentingnya mandi tidak hanya sebagai tuntutan kebersihan, tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam
Dalam Islam, hubungan suami istri didasarkan pada saling pengertian, kasih sayang, dan tanggung jawab.
Suami memiliki kewajiban untuk menjaga istrinya, baik secara fisik maupun emosional, termasuk dalam hal kebersihan dan penampilan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut.” (QS. An-Nisa: 19)
Bergaul dengan baik mencakup memperhatikan aspek-aspek seperti kebersihan dan penampilan yang dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Jika salah satu pihak merasa tidak nyaman atau terganggu oleh kebiasaan tertentu, penting bagi keduanya untuk berdialog dan mencari solusi.
Perceraian dalam Islam
Meskipun Islam membolehkan perceraian, hal ini dipandang sebagai tindakan yang sebaiknya dihindari kecuali dalam keadaan mendesak. Rasulullah SAW bersabda:
أبْغَضُ الْحَلالِ إلى اللَّهِ الطلاقُ
“Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian.”
(HR. Abu Dawud)
Namun, jika kebiasaan suami yang tidak menjaga kebersihan sudah sangat mengganggu dan menimbulkan masalah besar dalam rumah tangga, Islam membolehkan istri mengajukan gugatan cerai sebagai jalan keluar.
Hal ini sesuai dengan prinsip Islam yang memberikan hak kepada kedua belah pihak untuk menjaga martabat dan kehormatan diri mereka.
Baca Juga: Apa Itu 'Child Grooming'? Bagaimana Islam Merespons Fenomena Ini?
Kebersihan adalah bagian integral dari iman dalam Islam, dan menjaga kebersihan tubuh, termasuk mandi secara teratur, merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.
Dalam konteks hubungan suami istri, menjaga kebersihan juga menjadi salah satu aspek penting untuk membangun keharmonisan.
Jika kebiasaan suami yang tidak menjaga kebersihan mempengaruhi kualitas hubungan rumah tangga, istri memiliki hak untuk mencari solusi, termasuk mengajukan gugatan cerai sebagai jalan terakhir.
Islam mendorong pasangan untuk berdialog dan menyelesaikan masalah dengan baik, namun jika tidak ada jalan lain, perceraian dapat menjadi opsi yang dibenarkan.
Peristiwa di India ini memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk penghormatan terhadap pasangan, serta menunjukkan betapa seriusnya Islam dalam menjaga kebersihan, keharmonisan, dan kesejahteraan dalam rumah tangga.