Akurat
Pemprov Sumsel

Makan Bergizi Gratis Sudah Ada Sejak Masa Rasulullah dan Sahabatnya

Fajar Rizky Ramadhan | 12 Oktober 2024, 08:00 WIB
Makan Bergizi Gratis Sudah Ada Sejak Masa Rasulullah dan Sahabatnya

AKURAT.CO Pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat, kebutuhan pokok masyarakat, termasuk pangan, sangat diperhatikan.

Islam, sebagai agama yang menekankan kepedulian terhadap sesama, memberikan tuntunan dalam hal pemenuhan gizi melalui makanan yang baik dan seimbang.

Artikel ini membahas sejarah makan bergizi gratis pada zaman Rasulullah dan para sahabat, dengan pola konsumsi dan nilai gizi dalam makanan mereka.

Konsep Kesejahteraan Sosial dalam Islam

Islam memandang pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, yang tergambar dari banyaknya anjuran untuk berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap orang harus memperhatikan tetangga dan memastikan mereka tidak kelaparan. Hal ini diperkuat dalam sabda Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan, maka dia bukanlah dari golonganku." (HR. Al-Hakim)

Bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pangan ini diwujudkan dalam berbagai inisiatif, baik oleh individu maupun negara, di mana pada masa pemerintahan Rasulullah SAW, para sahabat sering berbagi makanan kepada yang membutuhkan secara gratis.

Inisiatif Pangan Bergizi Gratis

Salah satu peristiwa yang paling terkenal terkait distribusi makanan gratis adalah "Suffah".

Suffah adalah sebuah tempat di masjid Nabawi yang dihuni oleh kaum muhajirin yang belum memiliki pekerjaan dan penghidupan di Madinah.

Rasulullah sering mengutus sahabat-sahabat untuk mengantarkan makanan bergizi kepada para penghuni Suffah.

Makanan yang disajikan pada masa itu terdiri dari bahan-bahan alami seperti roti, kurma, daging, dan susu.

Baca Juga: Viral Imbauan Tak Beri Teh pada Anak, Ini Pentingnya Menjaga Konsumsi Makanan bagi Anak dalam Islam

Kombinasi makanan ini, berdasarkan ilmu gizi modern, memberikan asupan yang seimbang. Kurma, misalnya, kaya akan serat, vitamin, dan mineral, sementara daging menyediakan protein yang penting untuk pertumbuhan.

Susu yang dikonsumsi merupakan sumber kalsium dan vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang.

Pola Makan Rasulullah dan Sahabat

Rasulullah SAW dikenal memiliki pola makan yang sederhana namun bergizi. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

Rasulullah biasa makan secukupnya dan memilih makanan yang sehat. Beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah dan sahabat adalah:

  1. Kurma: Makanan pokok ini tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan kalium, serat, dan antioksidan. Kurma dikenal sebagai makanan yang bisa memberi energi instan.

  2. Gandum dan Jelai (Barley): Jelai merupakan salah satu sumber karbohidrat utama yang kaya akan serat. Menurut penelitian modern, jelai memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat menjaga kestabilan gula darah.

  3. Daging: Rasulullah menganjurkan konsumsi daging, tetapi dalam jumlah moderat. Daging merupakan sumber protein yang baik dan asam lemak omega-3, yang penting untuk kesehatan jantung dan otak.

  4. Susu: Rasulullah SAW sangat menyukai susu, terutama susu kambing. Susu ini mengandung kalsium, protein, dan lemak yang sangat bergizi dan baik untuk sistem kekebalan tubuh.

  5. Minyak Zaitun: Dalam berbagai hadis, minyak zaitun disebut sebagai makanan yang diberkahi. Minyak ini kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang sangat baik untuk kesehatan jantung.

Ilmu Gizi dan Makanan pada Masa Rasulullah

Dalam konteks ilmu gizi modern, makanan yang dikonsumsi pada masa Rasulullah sangat mencerminkan keseimbangan gizi.

Ahli gizi saat ini mengakui bahwa pola makan Rasulullah memenuhi kebutuhan nutrisi pokok seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Berdasarkan buku "The Prophetic Medicine" yang ditulis oleh Ibnu Qayyim al-Jawziyya, makanan-makanan yang dianjurkan oleh Rasulullah tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga spiritual.

Penelitian ilmiah modern menemukan bahwa kombinasi dari bahan-bahan seperti madu, kurma, susu, dan minyak zaitun memang memiliki nilai nutrisi tinggi yang dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Inisiatif Sosial dalam Distribusi Makanan

Pada masa kekhalifahan setelah wafatnya Rasulullah, para khalifah seperti Umar bin Khattab RA menerapkan kebijakan sosial yang menjamin distribusi makanan gratis bagi yang membutuhkan.

Salah satu kebijakan tersebut adalah pemberian makanan dari baitul mal (kas negara) kepada rakyat miskin dan para musafir.

Baca Juga: Peluncuran Warung Makan Gratis: Upaya Pengurangan Kelaparan di Tengah Masyarakat Depok

Menurut catatan sejarah dalam kitab "Al-Bidayah wa An-Nihayah" karya Ibnu Katsir, Umar bin Khattab memerintahkan agar setiap orang miskin, baik yang berada di kota maupun desa, mendapatkan bantuan makanan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal ini menunjukkan bagaimana perhatian negara terhadap kesejahteraan pangan rakyat.

Sejarah makan bergizi gratis pada masa Rasulullah dan sahabatnya menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga melalui sistem sosial yang mengedepankan kepedulian terhadap sesama.

Makanan yang disediakan pada masa itu, seperti kurma, gandum, susu, dan daging, tidak hanya cukup dari segi kuantitas tetapi juga kualitas gizi.

Dengan dukungan data ilmiah modern, kita dapat memahami bahwa pola makan pada masa Rasulullah sangat sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan yang ada saat ini.

Islam melalui ajarannya telah memberikan contoh yang baik dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual, termasuk dalam hal makanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.