Akurat
Pemprov Sumsel

Nina Agustina Diduga Ngamuk ke Warga karena Diteriaki Pendukung Lawan Politiknya, Apakah Sejalan dengan Prinsip Calon Pemimpin?

Fajar Rizky Ramadhan | 4 November 2024, 08:00 WIB
Nina Agustina Diduga Ngamuk ke Warga karena Diteriaki Pendukung Lawan Politiknya, Apakah Sejalan dengan Prinsip Calon Pemimpin?

AKURAT.CO Insiden di mana Nina Agustina, calon Bupati Indramayu nomor urut 3, diduga meluapkan kemarahan kepada warga yang meneriakinya dengan sebutan "02" saat bertemu dengan penduduk pendukung paslon lawannya.
 
Peristiwa seperti ini menimbulkan pertanyaan mendasar, apakah tindakan tersebut mencerminkan prinsip yang sejalan dengan idealisme seorang calon pemimpin?

Sebagai calon pemimpin, seseorang diharapkan memiliki sikap sabar, rendah hati, dan bijaksana dalam menghadapi tantangan, termasuk saat dihadapkan pada kritikan atau provokasi. Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 159:

"فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّۭا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ"

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali 'Imran: 159).

Baca Juga: Perselingkuhan Bimo Aryo Tejo dan Maela Asila Viral, Ini Larangan Selingkuh dalam Islam

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lembut dan pemaaf kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Allah menegaskan bahwa sikap kasar dan keras hati hanya akan menjauhkan orang-orang dari pemimpin, sehingga mengakibatkan hilangnya dukungan dan kepercayaan.

Prinsip ini dapat diterapkan oleh siapa pun yang hendak menjadi pemimpin. Seorang pemimpin, khususnya yang berkompetisi dalam pilkada, seyogyanya memahami bahwa kritik dan dukungan kepada lawan politik adalah hal yang wajar dan bagian dari dinamika demokrasi.

Sebaliknya, jika seorang calon pemimpin justru terpancing emosinya dengan provokasi semacam itu, ia mungkin tidak berhasil menunjukkan teladan kesabaran yang dianjurkan dalam Islam.

Lebih jauh lagi, dalam hadits juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW menekankan pentingnya kelembutan dalam bertindak. Dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ، وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ، وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ"

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan, dan Dia memberi pada kelembutan apa yang tidak diberikan pada kekerasan dan tidak diberikan pada selainnya.” (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa kelembutan lebih efektif dibandingkan kekerasan, karena dengan kelembutan seseorang bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Baca Juga: La Nina Berpotensi Muncul di Indonesia, Ini Doa Agar Terhindar dari Dampak Buruknya

Dalam konteks ini, jika Nina Agustina, sebagai calon pemimpin, tetap tenang dan tidak mudah terpancing, ia menunjukkan kualitas yang lebih tinggi di mata publik.

Sebagai penutup, kejadian seperti yang dialami oleh Nina Agustina bisa saja menjadi ujian bagi siapa pun yang berjuang dalam kancah politik.

Tindakan yang melibatkan emosi berlebihan tidak sejalan dengan prinsip kepemimpinan yang diajarkan dalam Islam, di mana kesabaran dan kelembutan adalah hal yang diutamakan.

Seorang calon pemimpin sebaiknya memanfaatkan momen tersebut untuk menguatkan citra kepemimpinannya dengan merespons segala tantangan dengan kebijaksanaan.

Dalam politik, tantangan ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan yang sejati sesuai ajaran agama dan nilai-nilai luhur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.