Dalam Islam, setiap perbuatan baik, termasuk umroh, adalah bentuk ibadah yang mendapat pahala dari Allah, dan tidak ada kaitannya antara ibadah tersebut dengan perilaku buruk orang lain, termasuk suami atau pasangan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an dalam Surah Al-Ankabut ayat 69:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69).
Baca Juga: Viral Selebgram Arie Riyanthie Bongkar Perselingkuhan Suami, Ini Batasan-batasannya dalam Islam
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah, akan mendapatkan jalan yang baik dan petunjuk dari-Nya. Ibadah yang dilakukan Siti, dalam hal ini umroh, adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keberkahan.
Umroh atau ibadah apa pun yang dijalankan dengan niat yang ikhlas tidak akan pernah menjadi penyebab kemalangan. Justru, sebaliknya, hal tersebut menjadi sumber pahala dan keberkahan.
Dalam pandangan Islam, cobaan yang dialami seseorang tidak bisa dianggap sebagai akibat dari ibadah yang telah dilakukannya. Cobaan dalam kehidupan merupakan bagian dari sunnatullah (ketetapan Allah) untuk menguji keimanan seorang hamba. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 286, Allah berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Cobaan yang menimpa Siti saat menjalankan ibadah umroh adalah ujian yang diizinkan oleh Allah, bukan karena umrohnya salah atau ada kekeliruan dalam ibadah tersebut. Justru, ujian tersebut mungkin dimaksudkan untuk menguatkan keimanan dan kesabarannya.
Di sisi lain, Islam memberikan pedoman dalam menghadapi perbuatan buruk, seperti perselingkuhan, dengan cara yang adil dan bijaksana. Jika seorang suami melakukan perselingkuhan, itu adalah tanggung jawab pribadi yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Allah berfirman dalam Surah An-Najm ayat 39-41:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ
Artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. An-Najm: 39-41)
Baca Juga: Perselingkuhan Bimo Aryo Tejo dan Maela Asila Viral, Ini Larangan Selingkuh dalam Islam
Ayat ini menunjukkan bahwa perbuatan seseorang adalah tanggung jawabnya, dan balasan akan diberikan sesuai dengan apa yang diperbuatnya. Dalam hal ini, perilaku suami adalah tanggung jawabnya sendiri, dan bukan karena umroh yang dilakukan istrinya.
Sebagai kesimpulan, menjalankan ibadah umroh adalah salah satu bentuk ketaatan dan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Jika di tengah ibadah tersebut seseorang mengalami ujian, maka ujian itu bukan karena ibadahnya, tetapi karena takdir yang Allah tetapkan untuk menguji kesabaran dan keimanan.
Sebagai Muslim, hendaknya kita memahami bahwa segala ibadah yang dilakukan dengan niat ikhlas hanya akan mendatangkan kebaikan, dan kesulitan hidup adalah bagian dari ujian yang mendewasakan serta menguatkan seorang hamba di jalan-Nya.