Akurat
Pemprov Sumsel

Judi Online Tak Akan Membuat Orang Kaya, Ini Penjelasan Ilmiahnya menurut Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 29 November 2024, 09:30 WIB
Judi Online Tak Akan Membuat Orang Kaya, Ini Penjelasan Ilmiahnya menurut Islam

AKURAT.CO Dalam pandangan Islam, judi atau yang disebut sebagai maisir merupakan salah satu aktivitas yang secara tegas dilarang oleh Allah SWT.

Larangan ini tidak hanya didasarkan pada aspek moral, tetapi juga mencakup dampak sosial, psikologis, dan ekonomi yang merugikan.

Judi online, sebagai bentuk modern dari praktik judi, menjadi tantangan baru yang perlu dibahas dalam kerangka ajaran Islam dan logika ilmiah.

Larangan Maisir dalam Al-Qur'an

Allah SWT secara eksplisit melarang judi dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Salah satu ayat yang menjadi dasar utama adalah firman-Nya dalam Surah Al-Maidah ayat 90:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung."

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa judi adalah bagian dari rijs (kekejian), suatu tindakan yang membawa kerusakan baik pada individu maupun masyarakat. Ayat ini memerintahkan kaum Muslimin untuk menjauhi judi agar mencapai keberuntungan sejati.

Baca Juga: Alwin Jabarti Kiemas Ditangkap atas Dugaan Kasus Judi Online, Islam Larang Keras Judi dalam Bentuk Apapun!

Ilmu Ekonomi dan Psikologi tentang Judi

Dari perspektif ekonomi, judi online tidak memberikan nilai tambah secara produktif. Sebagian besar platform judi beroperasi dengan algoritma yang dirancang untuk memastikan keuntungan pihak penyedia, bukan pemain.

Hal ini dijelaskan dalam teori probabilitas: peluang seseorang untuk menang dalam permainan judi sangat kecil, terutama dalam jangka panjang.

Dari sudut pandang psikologi, judi online memicu mekanisme reward system dalam otak yang bekerja melalui pelepasan dopamin, hormon yang menciptakan rasa senang.

Namun, kebahagiaan ini bersifat sementara dan mendorong perilaku adiktif. Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan judi berkorelasi dengan gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, dan bahkan risiko bunuh diri.

Perspektif Islam tentang Kekayaan

Islam memandang kekayaan sebagai amanah yang harus diperoleh melalui usaha yang halal dan produktif. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim)

Judi, termasuk judi online, adalah bentuk usaha yang tidak halal. Kekayaan yang diperoleh dari judi tidak akan mendatangkan berkah, melainkan hanya membawa kerusakan dan kehancuran, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Dampak Sosial Judi Online

Selain kerugian individu, judi online juga berdampak buruk pada masyarakat. Banyak keluarga hancur akibat kecanduan judi yang menyebabkan kerugian finansial besar.

Dalam skala lebih luas, judi juga menciptakan ketimpangan sosial, di mana sebagian kecil orang yang "menang" melakukannya dengan mengambil hak orang lain yang "kalah."

Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 188 mengingatkan:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui."

Baca Juga: Live Draw Toto Macau 4D Masih Terus Trending, Al-Qur’an Tegas Larang Judi Online!

Ayat ini memperingatkan bahwa memakan harta dengan cara batil, termasuk melalui judi, adalah tindakan dosa.

Judi online tidak akan membuat seseorang menjadi kaya, baik dari sudut pandang Islam maupun logika ilmiah.

Kekayaan sejati hanya dapat diperoleh melalui usaha yang halal, kerja keras, dan keberkahan dari Allah SWT.

Maka, sebagai seorang Muslim, penting bagi kita untuk menjauhi segala bentuk judi, termasuk judi online, dan memfokuskan diri pada usaha yang membawa manfaat dunia dan akhirat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.