Akurat
Pemprov Sumsel

Tokoh NU Kritik Candaan Gus Miftah yang Hina Tukang Es: Becandamu Enggak Lucu!

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Desember 2024, 20:04 WIB
Tokoh NU Kritik Candaan Gus Miftah yang Hina Tukang Es: Becandamu Enggak Lucu!

AKURAT.CO Tokoh Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan Al Chelsea, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Umar, mengkritik keras candaan Gus Miftah yang dianggap menghina seorang penjual es teh.

Menurut Gus Umar, perilaku tersebut tidak mencerminkan ajaran Rasulullah yang melarang umatnya untuk menghina maupun melakukan tindakan bullying.

"Rasulullah gak pernah mengajarkan kita utk menghina, membully apalagi ngatain org goblok dll berdakwah," tulis Gus Umar melalui akun media sosialnya, Selasa, 3 Desember 2024.

Gus Umar juga menilai candaan tersebut tidak pantas dilakukan di sebuah majelis ilmu, apalagi dengan nada yang dianggap melewati batas.

Baca Juga: Gus Miftah Diduga Olok-olok Penjual Es dalam Acara Shalawatan, Hingga Ramai Dikritik Netizen!

"Becandamu gak lucu miftah. Keterlaluan mulutmu menghina org gak mampu. Apa pendapat kalian ges sm miftah ini?," tambahnya.

Dalam video yang beredar luas, Gus Miftah terlihat sedang bercanda dengan seorang penjual es teh di depan ribuan jamaahnya. Dia sempat menanyakan apakah dagangan es teh yang dijual masih tersedia sebelum melontarkan komentar yang dianggap menghina.

"Es teh kamu masih banyak enggak? Masih, ya sana dijualin go*blok," ujar Gus Miftah, diikuti tawa para jamaah di sekitarnya.

Penjual es teh tersebut terlihat hanya tersenyum dan terdiam mendengar komentar tersebut.

Dengan menggunakan bahasa daerah, Gus Miftah kemudian menyarankan pedagang itu untuk tetap menjajakan dagangannya.

Dia juga menambahkan bahwa jika dagangannya masih belum laku, maka hal tersebut adalah bagian dari takdir.

Baca Juga: Video Gus Miftah Toyor Kepala Istri Viral, Begini Cara Islam Memuliakan Perempuan

Tindakan Gus Miftah ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Gus Umar, yang menilai bahwa ucapan tersebut tidak hanya mencederai hati penjual, tetapi juga berpotensi merusak nilai dakwah yang seharusnya membawa kedamaian dan penghormatan terhadap sesama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.