Akurat
Pemprov Sumsel

Aktivis NU Islah Bahrawi Kritik Tajam Gus Miftah yang Hina Penjual Es: Dia Sedang Berjihad untuk Keluarganya!

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Desember 2024, 07:00 WIB
Aktivis NU Islah Bahrawi Kritik Tajam Gus Miftah yang Hina Penjual Es: Dia Sedang Berjihad untuk Keluarganya!

AKURAT.CO Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Islah Bahrawi, melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh Gus Miftah dalam sebuah ceramahnya.

Kritik ini disampaikan Cak Islah, sapaan akrabnya, melalui akun Instagram dan platform X pribadinya @islah_bahrawi pada Selasa, 3 Desember 2024.

Cak Islah menyayangkan tindakan Gus Miftah yang diduga menghina seorang penjual es teh saat ceramah berlangsung. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemuka agama.

"Semoga penjual minuman yang digo*l*k-g*b*kin penceramah agama itu ditinggikkan derajatnya oleh Allah," tulis Cak Islah di akun X-nya.

Lebih lanjut, Cak Islah menilai bahwa penjual es teh tersebut sedang berjihad di jalan Allah dengan berusaha menafkahi keluarganya. Ia menyoroti ketimpangan antara perjuangan pedagang kecil dan kenyamanan seorang penceramah agama.

Baca Juga: Gerindra Minta Gus Miftah Minta Maaf kepada Penjual Es Teh: Tak Sesuai yang Diajarkan Pak Prabowo!

"Beban di atas kepalanya mungkin tak bernila dibanding harga sendal si penceramah. Tapi ingat, dia sedang berjihad menafkahi keluarganya! Sungguh Allah adalah seadil-adilnya penilai," tambahnya.

Kejadian tersebut bermula saat Gus Miftah memberikan ceramah di sebuah acara. Di tengah ceramahnya, ia melihat seorang bapak penjual es teh yang sedang berkeliling.

Gus Miftah kemudian bertanya apakah jualannya masih banyak. Setelah sang penjual menjawab, Gus Miftah justru memberikan tanggapan yang dianggap kurang pantas oleh banyak orang.

"Es teh mu masih banyak gak? 'masih', ya dijual g*bl*k," ujar Gus Miftah dalam Bahasa Jawa.

Baca Juga: Heboh! Gerindra Bakal Turun Tangan Berikan Bantuan Kepada Penjual Es Teh yang Diolok-olok Gus Miftah, Diapresiasi Netizen

Pernyataan tersebut sontak menjadi viral di media sosial dan menuai banyak kecaman dari warganet. Publik menilai sikap tersebut tidak patut dilakukan oleh seorang tokoh agama, terlebih yang juga menjabat sebagai staf khusus Presiden.

Insiden ini memicu diskusi di kalangan masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi, terutama bagi tokoh publik.

Kritik yang dilontarkan oleh Cak Islah menjadi salah satu suara yang mengingatkan akan tanggung jawab moral seorang pemuka agama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.